131 Sumur Ambles, Pemprov Jatim Belum Tetapkan Sebagai Bencana Di Kediri

Kabarkini.co: Peristiwa sumur ambles di Kediri semakin hari semakin meluas. Tidak saja terjadi di satu dusun, tapi meluas di tiga dusun lain di Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Meski demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim belum terburu untuk menetapkan sebagai bencana.

“Memang ada beberapa tempat yang sumurnya ambles cukup parah, namun kondisinya masih aman. Karena itu, Pemprov belum menetapkan sebagai bencana," kata Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf kepada wartawan saat sidak sumur ambles di dusun Nanas, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Selasa (2/5).

Berdasar data yang terkumpul, sumur ambles terjadi di desa Manggis, kec Puncu. Ada empat dari lima dusun yang mengalami fenomena sumur ambles. Yakni, dusun Nanas, Jambean, Dorok dan Manggis. Satu desa lagi, Ringinbagus tidak ada kejadian sumur ambles.

Dari empat dusun tersebut, dusun Dorok tercatat paling banyak terjadi sumur ambles. Di Dorok terdapat 700 sumur, yang ambles sebanyak 80 ambles. Disusul dusun Nanas yakni 38 sumur, Jambean 12 sumur dan Manggis satu sumur.

Dengan demikian, dari total 1.198 sumur yang ada di kec Puncu, jumlah sumur yang ambles sebanyak 131 sumur. Meski, demikian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim belum memutuskan untuk relokasi warga. “Kejadian ini, karena curah hujan yang cukup tinggi," tandasnya.
Menurutnya, dari 131 sumur yang ambles, ada yang diurug oleh pemiliknya. Pemprov Jatim akan membantu biaya pengurukan dan konstruksi bangunannya. Termasuk, jika ada susulan sumur ambles di tempat lain. “Nanti dihitung berapa anggarannya,” tandasnya.(Mbang)