30 Ponpes Jadi Pilot Project OPOP Training Center,DPRD Jatim Sebut Bisa Sejahterakan Ponpes

Kabarkini.co: Wakil ketua DPRD Jatim Achmad Iskandar mengatakan pihaknya  menyambut baik diresmikannya OPOP Training center oleh gubernur Khofifah beberapa hari lalu.

Menurut politisi asal Sumenep Madura ini OPOP Training Center ini menjadi tempat research and development (RnD) produk unggulan pondok pesantren Jawa Timur untuk bisa dikembangkan kualitasnya dan juga dibangun jejaring pemasarannya agar bisa masuk ke skala pasar yang lebih luas.

Dikatakan politisi asal partai Demokrat ini, ada tiga pilar OPOP. Yakni yang pertama menyasar santripreneur untuk menciptakan wirausaha baru dikalangan siswa Aliyah, SMA, SMK, mahasiswa dan santri lainnya yang ada di lingkungan pesantren. Kedua adalah pesantrenpreneur yang merupakan peningkatan kualitas dan pemasaran produk melalui penguatan koperasi pesantren.

Dan ketiga, sambung Iskandar adalah sociopreneur yang tak lain upaya menumbuhkan wirausaha baru dari kalangan alumni pesantren yang melibatkan masyarakat sekitar pesantren.

“Apalagi dalam prakteknya ada 30 ponpes di Jatim jadi pilot projectnya. Tentunya OPOP ini akan memajukan ponpes di Jatim. Kami apresiasi pendirian OPOP Training Center ini,”jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan dirinya  melihat potensi pesantren luar biasa. Ada 6 ribu lebih  pesantren di Jatim. Sidogiri bahkan sudah menunjukkannya dengan  membangun jejaring lewat retail dan  perbankan syariahnya. Di  pesantren lain sebenarnya sudah mempunyai produk, bahkan animasi, film dan digital IT lainnya.

“ Khusus komoditas pertanian dan handicraft mereka butuh pendampingan bagaimana quality control yang baik, quantity yang mencukupi dan continuity yang bisa terjaga sehingga ketika ada permintaan dalam jumlah besar mereka siap," kata Khofifah. (Yudhie)