Anggaran Besar Tapi Jumlah Terus Bertambah, Dewan Jatim Sorot Penanganan Covid-19 Di Lamongan

Surabaya Kabarkini.co : Penanganan dalam upaya memutus pandemi Covid-19 di kabupaten Lamongan terkesan amburadul dan kurang maksimal. Padahal, di kabupaten tersebut telah menganggarkan senilai Rp 200 M untuk penanganan Covid-19.

Menurut anggota DPRD Jatim Amar Syaifuddin mengatakan dirinya melihat Pemkab Lamongan kurang serius dalam memutus mata rantai Covid-19. “ Coba lihat saja anggaran besar Rp 200 M tapi jumlah positif Covid-19 tak kunjung turun tapi malah bertambah,”jelas politisi PAN ini saat dikonfirmasi di Surabaya, sabtu (2/5/2020).

Mantan wakil bupati (Wabup) Lamongan ini membeberkan  dengan anggaran besar, tentunya Pemkab bisa menekan pandemi Covid-19.” Jumlah yang positif Covid-19 semakin hari semakin bertambah,”lanjutnya.

Amar mengungkapkan masih adanya pasien positif Covid-19 tersebut dirinya melihat pelaksanan psycal distancing yang masih longgar.” Masih banyak dijumpai kerumunan massa, baik ditempat umum, dan pasar tradisional,”terangnya.

Bahkan di bulan Ramadhan saat ini, lanjut Amar, muncul pedagan dadakan disepanjang jalan strategis dan masih banyak warkop (warung kopi) yang masih buka.

Tak hanya itu, kata Amar, dirinya juga melihat Pemkab Lamongan kurang memberikan penyadaran kepada masyarakat untuk mamatuhi himbauan pemerintah terhadap cara memutus pandemic Covid-19.”Karena Pemkab Lamongan enggan memberikan sanksi kepada masyarakat,”sambungnya.

Lainnya, salah satu penyebab masih tingginya pandemi Covid-19 di Lamongan, lanjutnya aksi pemerintah terkesan bersifat insedential belum dilakukan secara menyeluruh dan terus menerus.” Tak hanya itu, penerapan isolasi mandiri maupun yang dilakukan oleh pemerintah terkesan seadanya belum memenuhi standart protocol Covid-19,”sambungnya.

Dari laporan yang masuk kepihaknya, beber Amar rencana penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) ditingkat desa juga tidak sesuai prosedur dan tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 21 tahun 2020 tentang PSBB dalam Rangka Percepatan Covid-19.

Di kabupaten Lamongan, kata Amar, ada 4 desa yang  akan diterapkan PSBB antara lain Kelurahan Blimbing kecamatan Paciran dengan 4 positif,desa Surabayan kecamatan Sukodadi 5 pasien positif, Desa Sukoanyar kecamatan Turi dan desa Mayong, Kecamatan Karangbinangun masing-masing 3 pasien positif

Dari data yang masuk, per Jumat (1/5/2020), sambung pria yang juga wakil ketua Komisi B DPRD Jatim,peringkat pertama Surabaya dengan 496 pasien, disusul Sidoarjo  dengan 110 pasien, Kabupaten Magetan 46 pasien, Lamongan dengan 43 pasien dan kabupaten Malang dengan 34 pasien.

“ Kabupaten lamongan berada di urutan ke lima. Seharusnya Pemerintah kabupaten (Pemkab) Lamongan harus lebih optimal dan menerapkan psycal distancing dan Langkah-langkah yang lain karena didukung anggaran besar,”terangnya.(Yudhi)