Atur Tata Niaga Pangan Di Jatim, DPRD Setuju Pemprov Bentu BUMD Pangan

Kabarkini.co: Komisi B DPRD Jatim mendukung rencana gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk pembentukan BUMD Pangan.

“ Kalau tujuan baik yaitu memberikan kesejahteraan bagi petani kami setuju sekali pembentukannya,”jelas anggota komisi B DPRD Jatim Noer Soetjipto di Surabaya, sabtu (18/5/2019).

Dikatakan politisi asal Partai Gerindra ini dengan dibentuknya BUMD pangan tersebut diharapkan kepastian harga-harga bahan pokok dan kesejahteraan petani bisa diperoleh.” Perlu ada intervensi dari pemerintah dalam memberikan kesejahteraan dan penentuan harga standart bahan pokok. Kami berharap BUMD Pangan yang melakukan control itu,”jelasnya.

Diharapkan, sambung pria asal Trenggalek ini, dengan adanya BUMD pangan tersebut  pemerintah bisa melakukan intervensi harga terhadap komoditi pangan  bagi para petani saat terjadi over supply.

Sebelumnya Pemprov Jatim segera membentuk BUMD Pangan sebagai upaya untuk memberikan perhatian penuh kepada petani yang ada di Jatim. BUMD pangan yang sedang digagas oleh gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tersebut akan meniru BUMD Pangan yang dimiliki oleh DKI.

“BUMD Pangan merupakan gagasan yang disampaikan oleh Universitas Brawijaya  (UB). Tujuannya, dengan adanya BUMD Pangan adalah agar pemerintah bisa melakukan intervensi harga terhadap komoditi pangan  bagi para petani saat terjadi over supply,” ujarnya di sela-sela sidak pasar di Surabaya, sabtu (18/5/2019).

Dengan melakukan intervensi, lanjut Khofifah, komoditi pangan tertentu harganya akan terpantau dan tidak mengalami penurunan maupun peningkatkan yang signifikan. Sebagai contoh adalah cabai rawit yang mengalami penurunan cukup signifikan. (Wan)