Baladil Amin Jalan Menuju Ahsani Taqwim 

Baladil Amin Jalan Menuju Ahsani Taqwim
- Lesbumi NU Kembangkan Dakwah melalui Kebudayaan

SURABAYA - Dalam satu dekade terakhir, dakwah Islam di berbagai negara yang mayoritas penduduknya Islam cenderung dilakukan dengan cara-cara keras dan fundamendalis. Akibatnya, banyak negara muslim yang hancur karena dilanda perang saudara maupun antar negara.

Tak ingin bangsa Indonesia bernasib sama, Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) Kota Surabaya sengaja menghadirkan KH Ahmad Muwafiq dari Yogjakarta untuk memberikan tausyiah penguatan bagi kader muda NU untuk senantiasa menjaga persatuan dan keamanan bangsa dari rongrongan pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa khususnya umat Islam.

Kegiatan yang dikemas Pengajian Umum dalam rangka Harlah ke 56 Lesbumi itu diselenggarakan di kantor PCNU Kota Surabaya Jalan Bubutan juga dihadiri rais syuriah PCNU Kota Surabaya, KH Mas Sulaiman, Ketua Tanfidiyah PCNU Kota Surabaya Dr Muhibbin Zuhri, Ketua PC GP Ansor Kota Surabaya Moh Afif, tokoh lintas agama, dan banom-banom NU lainnya, Selasa (20/3/2018) malam.

KH Ahmad Muwafiq mengatakan tugas Nabi Muhammad diutus menjadi rasul adalah untuk memberi rahmat kepada seluruh alam. Dalam syariatnya, Allah juga sudah memberi petunjuk bagi umat Islam melalui QS Attin, yaitu bagaimana mewujudkan baladil amin (negara yang aman).

"Baladil Amin itu sangat dibutuhkan supaya umat Islam supaya bisa menjalankan Amanu wa Amilussholihat serta Litta'arofu sehingga seorang muslim bisa mencapai derajat paling bertaqwa," ujar kiai Muwafiq.

Namun di saat ini banyak pendakwah yang konslet karena langsung mengambil dalil dari Alquran dan Hadist untuk diterapkan di daerah yang memiliki karakter dan budaya yang berbeda di banding asal agama Islam kali pertama di turunkan yakni ke bangsa Arab.

"Mereka banyak yang lupa bahwa Amanu wa Amilussholihat itu sulit dilakukan kalau tidak ada rasa aman. Bangsa Indonesia itu sangat beragam baik suku maupun agamanya, kalau dipaksakan pasti bangsa ini akan pecah. Padahal nenek moyang kita sebelum Islam masuk sudah tuntas dengan masalah perbedaan karena memiliki Bhineka Tunggal Ika," beber kiai berambut gondrong ini.

Tugas generasi muda NU ke depan, lanjut Kiai Muawafiq akan semakin berat karena musuh Indonesia dan Islam terus berusaha ingin menghancurkan dan menguasai bangsa ini. Namun upaya tersebut selalu gagal karena di Indonesia masih ada NU yang selalu menjadi garda depan jika ada pihak-pihak yang ingin menghancurkan tanah airnya.

"Makanya NU selalu diolok-olok bahkan dibid'ahkan tapi hanya diam karena hanya menyangkut masalah khilafiyah pendapat dari ulama dalam urusan furu'iyah. Tapi kalau mereka sampai berani mengoyak keutuhan bangsa maka wajib bagi NU untuk bergerak menyelamatkan tanah airnya," tegasnya.

Ia menontohkan HTI itu di negara asalnya Palestina sudah gagal. Bahkan saudara tuanya Ikhwanul muslimin juga gagal di Mesir, lalu mereka mencoba mengembangkannya di Indonesia. "Mereka itu ingin mengganti Panasila dan NKRI dengan sistem khilafah khayalan mereka sendiri. Turkey yang menjadi contoh khilafah nyatanya menggunakan sistem monarki jadi sekarang mereka binggung sendiri," ungkap kiai yang pernah melanglang buana ke berbagai belahan dunia ini.

Orang NU dan Indonesia pada umumnya, tegas Kiai Muawafiq itu Islamnya berasal dari para ulama yang sanad keilmuannya sambung hingga ke Rasulullah. Makanya mereka hanya menamakan organisasi Nahdlatul Ulama atau mengikuti para ulama. "Sudah kita tak usah ikut mereka yang suka ndakik-ndakik karena status keislaman NU itu mengikuti ulama dan Insya Allah selaat dunia dan akhirat," tambahnya.

Sementara itu sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim yang juga anggota DPRD Jatim, Anwar Sadad tampak hadir di acara pengajian yang digelar Lesbumi NU Surabaya di Kantor PCNU Surabaya. Duduk di tengah-tengah jamaah, Sadad terlihat gayeng mendengarkan ceramah Kiai Ahmad Muwafiq dari Jogjakarta yang memukau.

Bagi Sadad, keberadaan dirinya di acara tersebut dalam kapasitasnya sebagai warga NU Surabaya. "Sebagai warga NU yang berada di pusaran kepemerintahan daerah sudah seharusnya dia mensupport PCNU," ujarnya.

Diakui Sadad, keberadaan Lesbumi NU di era sekarang  punya peran strategis untuk menampilkan Islam melalui perspektif kebudayaan, karena dengan perspektif tersebut Islam diterima di bumi nusantara dengan damai dan tanpa konflik.

Acara pengajian dalam rangka Harlah ke 56 Lesbumi ini juga diselingi dengan tanya jawab digelar di gedung bersejarah HBNO yang tergolong cagar budaya tipe A berakhir hingga dini hari. (Pil)