Baru Dipimpin Gubernur Khofifah Enam Bulan,Angka Kemiskinan Di Jatim Turun Signifikan

Kabarkini.co: Kabar baik disampaikan dalam rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur terbaru terkait profil kemiskinan di Jawa Timur. Berdasarkan rilis pada 15 Juli 2019 kemarin, data BPS Jawa Timur menyatakan bahwa angka kemiskinan Jawa Timur turun signifikan sebesar 0,48 persen.

Per Maret 2019, dari data BPS, jumlah penduduk miskin di Jawa Timur mencapai 4.112,25 ribu jiwa. Atau sebanyak 10,37 persen dari total jumlah penduduk di Jawa Timur.

Jumlah penduduk miskin Jatim tersebut menurun dibandingkan survei BPS terakhir pada September 2018 lalu. Dimana warga miskin Jatim mencapai 4.292,15 ribu jiwa atau jika dipersentase sebanyak 10,85 persen.

Artinya dalam waktu enam bulan saja, ada sebanyak 179,9 ribu jiwa atau sebesar 0,48 persen warga Jawa Timur yang terentaskan dari kemiskinan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut bahwa angka penurunan kemiskinan ini sangat signifikan. Bahkan menjadi penurunan kemiskinan tertinggi selama lima tahun terakhir.

"Ternyata penurunan kemiskinan enam bulan terakhir ini sangat signifikan yaitu sebesar 0,48 persen dan ini adalah angka penurunan kemiskinan yang tertinggi selama 5 tahun terkhir," kata Gubernur Jatim  Khofifah Indar Parawansa saat dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (17/7/2019).

Masih dari data BPS yang sama, disebutkan, selama enam bulan terakhir angka kemiskinan Jatim di perkotaan dan perdesaan juga mengalami tren penurunan  yang cukup signifikan. Kemiskinan perkotaan turun sebanyak 8,8 ribu jiwa. Survei BPS pada September tahun lalu menyatakan jumlah penduduk miskin perkotaan Jatim mencapai 1.458,09 ribu jiwa. Pada Maret tahun ini, angka itu turun menjadi 1.449,27 ribu jiwa.

Sedangkan untuk kemiskinan pedesaan, jumlah penduduk miskin turun signifikan sebesar 171,11 ribu jiwa per Maret 2019. Padahal enam bulan sebelumnya warga miskin pedesaan Jatim terdata mencapai 2.834,05 ribu jiwa. Yang kemudian terdata menurun menjadi 2.662,98 ribu jiwa per Maret 2019.

"Persentase penduduk miskin di perkotaan Jatim pada September 2018 di angka 6,97 persen, kemudian turun menjadi 6,84 persen pada Maret 2019. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan juga turun dari 15,21 persen pada September 2018 menjadi 14,43 persen pada Maret 2019," jabar Khofifah.

(Yudhie)