Bawaslu Jatim Minta Proses Coklit Dimaksimalkan

Bawaslu Jatim Minta Proses Coklit Dimaksimalkan

SURABAYA - Proses pencocokan dan penelitian (Coklit) data kependudukan bagi pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya pada perhelatan Pilkada Serentak 2018 di wilayah Jatim dinilai belum maksimal. Hal itu berdasarkan laporan beberapa Panwaslu Kabupaten/Kota di Jatim.

"Proses coklit masih berlangsung sehingga belum bisa menilai secara keseluruhan karena hari ini adalah hari terakhir proses pencoklitan. Tapi beberapa daerah ada yang melaporkan kurang maksimal kinerja Petugas Pemutakahiran Data Pemilih (PPDP), ada rumah yang belum di coklit," ujar Ketua Bawaslu Jatim Moh Amin saat dikonfirmasi Minggu (18/2/2018).

Untuk memaksimalkan proses pencoklitan, lanjut Amin, pihaknya juga telah meminta kepada seluruh kabupaten/kota, Panwascam hingga Petugas Pengawas Lapangan (PPL) untuk kirim laporan hasil coklit usai proses pencoklitan usai.

Di jelaskan Amin, bagi masyarakat yang belum masuk data pemilih akan ada proses tahapan selanjutnya seperti Daftar Pemilih Sementara (DPS), Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sehingga pihaknya berharap maksimalisasi inputing data pada pemilih yang belum masuk daftar akan dimasukkan dalam proses perbaikan. "Tentunya perbaikan itu berdasarkan hasil pengawasan di lapangan yang dilakukan Panwaslu dan jajarannya di bawah," ungkapnya.

Sementara menyangkut kepemilikan e-KTP yang menjadi sebuah keharusan bagi pemilih di Jatim, kata Amin akan
diupayakan adanya usaha sosialisasi bersama dengan dinas kependudukan di setiap kabupaten/kota. "Kita akan berkoordinasi selama masih ada waktu pemutakhiran data pemilih, baik kepada masyarakat yang sudah memiliki e-KTP yang belum terdaftar maupun masyarakat yang belum memiliki e-KTP dan belum terdaftar sebagai pemilih," imbuhnya

Hingga saat ini, Bawaslu Jatim belum menerima laporan adanya unsur kesengajaan dari pihak-pihak tertentu yang mencoba menghalangi proses masuknya warga menjadi daftar pemilih. "Kalau ada yang berbuat seperti itu, jelas akan kami tindaklanjuti karena itu termasuk tindak pidana pemilu. Tapi sampai saat ini kami belum sampai kesana karena prosesnya masih panjang," pungkas pria bertubuh subur ini. (pun)