Besok Malang Raya Berlaku PPKM, Inikata Legislator Demokrat Jatim

Surabaya kabarkini.co : Untuk mendukung upaya pemerintah dalam menekan pandemi Covid-19 di Jatim khususnya di Malang Raya , Legislator Demokrat Jatim  Agusdono Wibawanto mengajak seluruh keluarga besar dan kadernya sampai tingkat bawah bersama-sama masyarakat mendukung pemberlakukan PPKM (Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

Pria yang juga anggota Komisi C DPRD Jatim ini mengatakan pihaknya mendukung penuh PPKM untuk pencegahan penularan virus corona dimana di Malang Raya masih menunjukkan peningkatan.

“ Saya mengajak stakeholder dan masyarakat mematuhi pelaksanaan PPKM. Dengan kerja sama semua pihak, saya berharap penyebaran Covid-19 dapat ditekan dan pemulihan ekonomi berjalan maksimal,”jelas pria asal Malang ini saat dikonfirmasi di Surabaya, Minggu (10/1/2021).

Dikatakan oleh pria yang bergelar Doktor ini, ini, salah satu penyebab peningkatan kasus Covid-19 ini adalah peningkatan mobilitas  manusia sehingga penularan Covid-19 terus berjalan dan belum bisa dihentikan.” Padahal, penurunan mobilitas akan sangat berpengaruh terhadap proses penularan Covid-19. Dengan diberlakukannya PPKM ini diharapkan dapat menekan penularan Covid-19,” terangnya.

Dibeberkan oleh pria yang juga pengusaha kopi terbesar di Malang ini, empat kriteria penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) untuk pengendalian penyebaran Covid-19 yakni diukur dari  tingkat kematian di atas rata-rata nasional (3%),  tingkat kesembuhan di bawah rata-rata nasional (82%),” tingkat kasus aktif di atas rata rata Nasional (14%)  serta (4)  tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit (BOR) ICU dan isolasi di atas 70%,”jelasnya.

Sebelumnya, Pemprov Jatim memutuskan, ada 11 kabupaten/kota di provinsi ini yang akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai 11-25 Januari 2021 mendatang.

Adapun 11 kab/kota itu antara lain Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Lamongan, Ngawi, dan Kabupaten Blitar.

Sementara itu, saat ini kasus Covid-19 di Jatim menujukkan tren yang cukup signifikan. Dimana per Sabtu , 9 Januari 2020, kasus Covid-19 di Jatim mencapai 91.609 kasus dengan kasus konfirmasi sembuh sebanyak 78.602  kasus (85,80%), kasus yang dirawat sebanyak 6.627 kasus (7,24%) dan meninggal 6.380 kasus (6.96%).

Sedangkan berdasarkan data kapasitas TT Covid-19 di Jatim, terdapat peningkatan jumlah BOR ICU isolasi maupun isolasi biasa untuk pasien Covid-19. Saat ini, BOR ICU COVID-19 telah mencapai 72% dan Isolasi COVID-19 mencapai 79%. Angka ini tentunya perlu diwaspadai karena standar dari WHO adalah 60%. (setya)