BPS : Selama Agustus 2017 Tingkat Hunian Hotel Alami Penurunan

KabarKini.co - Kendati jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jawa Timur melalui Bandar udara Juanda mengalami kenaikan pada Agustus 2017, tingkat penghunian kamar pada periode tersebut justru mengalami penurunan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pada Agustus 2017, jumlah kunjungan wisman yang masuk ke Jatim naik 12,88% dari bulan sebelumnya, menjadi 26.365 orang. Data yang sama menunjukkan tingkat penghunian kamar (TPK) pada Agustus justru turun 2,1 persentase poin menjadi 56,53%.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jatim Satriyo Wibowo mengungkapkan enurunan tingkat keterisian kamar hotel berbintag memang kerap mengalami penurunan pada bulan Agustus setiap tahunnya namun biasanya akan kembali naik pada akhir tahun.

“Jika kita lihat dari lama menginap tamu untuk hotel berbintang, pada Agustus itu rata-rata 1,77 hari atau lamanya wisatawan domestik maupun wisatawan asing menginap di hotel berbintang berkisar 1—2 hari,” jelas Satriyo dalam rilis bulanan di Kantor BPS Jatim, Senin (2/10/2017).

Satriyo merincikan untuk wisatawan dalam negeri, biasanya menginap sekitar 1,73 hari, sedangkan rata-rata lama menginap tamu asing yaitu 2,43 hari. Rata-rata waktu inap pada Agustus 2017 ini meningkat tipis dibandingkan capaian Juli 2017 yang sebesar 1,72%.

Data BPS Jatim menunjukkan pada Agustus 2017, Jatim mampu menarik wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 26.365 kunjungan. Kunjungan wisman Agustus naik sebesar 3.008 orang dibandingkan keatangan pada bulan Juli 2017 yaitu 23.357 kunjungan.

Data yang sama menunjukkan selama Januari—Agustus 2017, jumlah wisman yang masuk ke Jatim yaitu sebesar 151.522 kunjungan. Jumlah ini meningkat 11,99% dibandingkan kunjungan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 135.303 orang.

Jika dibandingkan dengan total kunjungan selama Januari—Agustus 2017, jumlah wisman asal Malaysia yang datang ke Surabaya mencapai 28.594 kunjungan atau 21,13% dari total kunjungan wisman. Porsi tersebut merupakan yang tertinggi di antara 10 negara dengan kunjungan wisman terbesar ke Jatim. (die)