Bulan Desember Lembaga Konservasi Realisasikan Tanam Bibit Bambu di Areal Rawan Longsor & Abrasi

Banyuwangi, kabarkini.co - Curah hujan yang relatif tinggi selama di bulan Desember sangatlah berdampak longsor dan terjadi abrasi disejumlah titik aliran sungai di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

Disampaikan Ketua Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup (LKLH) Edhi Prasetyo SH mengatakan, sejumlah titik lokasi rawan longsor dan abrasi secara bertahap sudah didata oleh Lembaga Konservasi.

Menurutnya, dalam pedataan tersebut Lembaga Konservasi juga berkordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PU Pengairan dan BNPB Kabupaten Banyuwangi.

"Kegiatan penanaman bibit bambu jenis petung, benel dan bambu apus awal kegiatan sudah direalisasikan tepatnya pada tahun 2019 lalu di Wilayah Kecamatan Kalipuro, Giri, Glagah, Blimbingsari, Songgon, Sempu dan beberapa titik lokasi aliran sungai rawan longsor yang terletak di Kecamatan Glenmore," ungkapnya.

Dikatakan lebih lanjut, bahwa kegiatan tanam bibit bambu itu disaat pandemi sempat tertunda selama kuranglebih 2 tahun ini dan pada akhir bulan Desember Lembaga Konservasi sudah mulai mempersiapkan kegiatan lanjutan merealisasikan tanam bibit bambu di wilayah Kecamatan Kabat, Singojuruh, Genteng, Tegaldlimo, Pesanggaran dan beberapa titik lokasi rawan longsor di Kecamatan Kalibaru.

Disisilain, sebagaimana petunjuk dari Dinas PU Pengairan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi untuk jenis bibit bambu merupakan bibit yang tepat untuk menahan abrasi dan longsor. Selain bisa meminimalisir adanya banjir, bibit bambu itu secara langsung bisa menimbulkan atau melestarikan sumber daya air tetap terjaga sebagaimana kebutuhan lingkungan sekitarnya.

"Tidak hanya jenis tananam bibit bambu saja yang kita persiapkan disepanjang aliran sungai. Seperti bibit buah juga kita realisasikan penanaman di sejumlah titik areal rawan longsor. Pohonnya berfungsi sebagai penahan abrasi dan longsor, sedangkan buahnya bisa dimanfaatkan untuk masyarakat setempat," pungkasnya. tyo