Daya Beli Masyarakat Meningkat, Pertumbuhan Ekonomi Jatim Disebut Lebih Tinggi Dari Nasional

Surabaya Kabarkini.co: Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak mengatakan dalam recofusing anggaran dalam terdampak Covid-19, program padat karya swakelola diharapkan bisa diwujudkan dan direalisasikan.

“Pada dasarnya program-program tersebut sudah ada, tinggal bagaimana didorong untuk ditumbuh kembangkan direalisasi di masyarakat,”jelasnya di Surabaya, selasa (13/10/2020).

Politisi yang juga sekretaris Golkar Jatim ini mengatakan,program padat karya swakelola yang diterapkan di masyarakat bawah akan menumbuhkan daya beli masyarakat. “ Dengan daya beli masyarakat tumbuh secara otomatis pertumbuhan ekonomi masyarakat juga tumbuh,”lanjutnya.

Diungkapkan oleh Sahat,perlu dijadikan catatan, dalam situasi pandemi Covid-19, dalam kuartal pertama pertumbuhan ekonomi di Jatim di awal Covid-19 masih bisa bertahan di angka 3,3 persen lebih.

“ Tetapi di kuartal kedua, Jatim minus 5,9 persen. Secara nasional,pertumbuhan ekonomi Jatim lebih tinggi daripada nasional yaitu sekitar 6 persen,”jelasnya.

Sahat optimis sampai bulan Desember 2020 mendatang,pertumbuhan ekonomi di Jatim semakin meningkat.

“ Kenapa saya optimis, karena PAD (Pendapatan Asli Daerah) sudah mencapai target yaitu 12 Triliun lebih sudah terpenuhi. Dengan target terpenuhi tersebut saya yakin Desember mendatang pertumbuhan ekonomi Jatim bisa menjadi  satu tidak minus lagi. Tentunya kalau sudah mencapai 1 kedepannya bisa bergerak menuju ke dua terus ketiga dan seterusnya,”jelasnya.(yudhie)