Dewan Jatim Gusar, Stok Gula Cuma Untuk Tiga Bulan Dua OPD Saling Lempar Tanggung Jawab

Surabaya Kabarkini.co: Wakil ketua Komisi B DPRD Jatim Amar Saifudin merasa gusar. Pasalnya, stok gula di Jatim sampai saat ini hanya cukup untuk tiga bulan yaitu 103 ton.

“ Dari hearing dengan OPD Pemprov Jatim (Disbun) stok gula di Jatim Cuma 103 ton. Ironisnya lagi hanya bisa digunakan untuk tiga bulan saja. Lalu selanjutnya bagaimana. Saya kawatir aka nada lonjakan harga gula terlebih jelang lebaran,”ungkapnya saat dikonfirmasi di Surabaya, selasa (18/2/2020).

Dikatakan politisi asal PAN ini, pihaknya berharap Pemprov Jatim segera mengatasi ketersediaan gula tersebut karena jika ada lonjakan kenaikan gula akan berdampak pada perekonomian di tataran masyarakat.

“ Beras, gula dan minyak goreng sangat berpengaruh dan bisa menimbulkan gejolak diperekonomian masyarakat. Ini harus dipahami oleh pemerintah terlebih nantinya ujung-ujungnya kembali masuk gula impor. Malah petani gula yang dirugikan,”ungkap mantan wabup Lamongan ini.

Sementara itu, dua OPD Pemprov Jatim yang bertanggungjawab atas ketersediaan gula dan pendistribusiannya saling lempar tanggungjawab.

Kepala dinas Perkebunan Jatim, Karyadi mengatakan pihaknya mengakui akan ketersediaan gula di Jatim hanya 103 ton dan hanya bisa memenuhi tiga bulan saja, namun setelah itu akan masuk musim giling tebu untuk memproduksi gula lagi.

“ Setelah tiga bulan tentunya akan masuk musim giling,”jelasnya. Karyadi mengakui juga kalau stok kebutuhan gula secara nasional mengalami deficit.” Nasional itu kebutuhannya 600 ton untuk gula lokal. Jadi nantinya kalau tak cukup ujung-ujungnya menggunakan gula impor,”jelasnya.

Karyadi juga menyebut untuk masalah pemenuhan stok gula, hal tersebut merupakan tanggung jawab Disperindag Jatim. “ Kami selaku Pembina pabrik gula hanya menyediakan saja sesuai permintaan dari Disperindag untuk diturunkan ke masyarakat,”dalihnya.

Sedangkan  terpisah Kadisperindag Jatim Drajat Irawan menyebut bahwa yang mengatur tata pergulaan adalah Dinas Perkebunan. “ Kami bisa tahu jumlah gula yang diproduksi dari Dinas Perkebunan. Kami hanya mengontrol dipasar dan di konsumen. Soal stok dan sebagainya merupakan tugas Dinas Perkebunan,”tandas mantan Kepala Biro Administrasi Pembangunan (AP) Pemprov Jatim ini. (yudhie)