Dibuka Wagub Jatim, Liga 3 PSSI Jatim 2017 Bergulir

Kabarkini.co: Jawa Timur (Jatim) sudah mampu membuktikan sepakbola sebagai industri dengan mendatangkan sponsor dalam penyelenggaraan kompetisi Liga 3 PSSI Jatim 2017. Sponsor yang siap mendanai kompetisi kali pertama digelar oleh Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jatim yakni Kopi Kapal Api.
"Industri sepakbolla sudah di Jatim diawali dari sini. Ini baru kali pertama kompetisi Liga 3 Jatim ada sponsornya," kata Wakil Gubernur Jatim Saifulah Yusuf kepada wartawan usai membuka kompetisi Liga 3 Jatim di Stadion Pogar, Pasuruan, Rabu (3/5).

Untuk menjadikan sepakbola sebagai industri, menurutnya, ada lima syarat yang harus dipenuhi. Syarat pertama, yaitu klub dikelola profesional dan memiliki pemain profesional pula.
"Kita bangga di Jatim memiliki banyak klub dan tersebar di beberapa daerah. Beda dengan daerah lain, seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat yang hanya punya satu klub saja," ujarnya.

Syarat kedua, adalah mempunyai suporter militan. "Klub-klub di Jatim punya suporter militan. Suporter yang setia mendukung timnya bertanding. Kalau suporter tidak tukaran (berkelahi) maka akan banyak penonton dalam pertandingan," tuturnya.

Ketiga, lanjutnya, ada pertandingan yang berkelanjutan. Dalam hal ini, Jatim sudah membuktikan banyak pertandingan yang digelar. Salah satunya kompetisi Liga Jatim 3 yang hari ini baru dimulai.

"Kita bersyukur di Jatim ada banyak pertandingan yang digelar. Tadi, pak Riyadh (Ahmad Riyadh, ketua umum Asprov PSSI Jatim) sudah menjelaskan di Jatim memiliki 600 pertandingan," jelasnya.

Syarat keempat, menurut pria yang akrab dipanggil Gus Ipul ini, yaitu sponsor. Kehadiran sponsor ini sangat membantu dalam meringankan beban yang harus ditanggung oleh klub. "Dengan bantuan sponsor, klub tidak perlu susah payah membayar gaji pemain," tandasnya.
Yang kelima, dukungan dari pemerintah. "Disini sudah jelas pemerintahnya mendukung kegiatan sepakbola. Termasuk, Pemkab Pasuruan yang mendukung penuh klubnya, Persekabpas," ucapnya.
Jadi, tegas Gus Ipul, semua potensi ada di Jatim. Tinggal bagaimana mensinergikan kelima unsur itu untuk membangun sepakbola yang lebih maju. "Ini jadi modal besar. Kalau mau maju, syaratnya cuma satu jangan gegeran," katanya.

Kompetisi Liga 3 Jatim secara resmi diputar Rabu (3/5), dengan diawali pertandingan di grup B yang mempertemukan tuan rumah antara Persekabpas melawan Persikapro Probolinggo. Selain kedua tim, grup B ini dihuni PSPK Pasuruan, Bola Mitra Utama, Mitra Surabaya.
"Kabupaten Pasuruan menjadi tempat pembukaan, karena punya legenda. Setiap tahun, ada 600 pertandingan yang digelar di Jatim. Kami ingin Jatim menjadi barometer sepakbola nasional dan bermartabat," tambah Riyadh. (Bmw)