Ditolak KPAI, Audisi PB Djarum Banjir Dukungan

Kabarkini.co: LSM Indonesia Child Protection Watch mendukung  masih diberlakukannya audisi PB Djarum sebagai ajang pencarian bakat untuk dunia bulutangkis di Indonesia. Namun, demikian dukungan tersebut diharapkan tidak melanggar hak anak.

Menurut Ketua Indonesia Chilid Protection Watch Erlinda mengatakan  sangat disayangkan KPAI tidak melakukan Diskusi Publik atau FGD terkait menyatakan PB Djarum melakukan eksploitasi anak pada kegiatan Audisi. “bisa tanya pada Kak Seto, pemerhati anak lain / LSM penggiat perlindungan Anak apakah beliau pernah diundang untuk mendiskusikan polemik PB Djarum,”jelasnya, Rabu (11/9/2019).

Menurut mantan Komisioner KPAI periode 2014-2017 ini,  apakah KPAI telah melakukan kajian/ riset terhadap pelatihan yang dilakukan oleh PB Djarum sejak 2006 untuk mencari sekaligus melatih bibit unggul dibidang olahraga Bulutangkis terkait tuduhan eksploitasi anak.

 “Jika benar PB Djarum telah melakukan pelanggaran dan eksploitasi mengapa tidak dilaporkan oleh KPAI tapi menyatakan untuk ditutup / dihentikan AUDISI,”sambungnya.

Diungkapkan oleh Wasekjen Syarikat Islam ini KPAI dinilai beda standard penerapan aturan. Tidak pernah ada teguran bagi exploitasi anak dalam mempromosikan ideologi terlarang, di saat masih banyak kasus kekerasan, pelecehan, TPPO dan eksploitasi terhadap anak seperi Anak Jalanan yang masih ditenukan pada pingir jalan, pekerja anak ABK, penambang Anak dll.

“ Kami pertanyakan peran KPAI selama ini dalam menyikapi exploitasi anak di Indonesia,”jelasnya.

Erlinda menambahkan bagaimana nasib anak bangsa yang tidak mempunyai kemampuan ekonomi untuk melatih Bakat dan ikut kompetisi dalam memgapai Cita - Cita dan dana APBN belum mampu untuk mem back up hal tersebut

“Apakah bisa di analogikan seperti seorang Anak yang mengalami kelaparan dan di tong sampah ada nasi bungkus. Jika dimakan akan berpotensi sakit namun Jika tidak dimakan akan berpotensi kelaparan yang lebih parah. Ini yang terjadi pada AUDISI PB DJARUM.Beberapa pertanyaan itu mewakili banyak masyarakat yg menghubungi untuk segera diberikan jawaban,”tandas humas Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ). (Yudhie)