DPRD Jatim Apresiasi Pengurangan Pajak Bagi Perusahaan Untuk Kembangkan Sekolah Double Track Di Jatim

Kabarkini.co: Kebijakan Pemprov Jatim yang memberikan pengurangan pajak bagi perusahaan yang mau membantu pengembangan SMK dan SMA Double Track di Jatim mendapat apresiasi dari DPRD Jatim.

Anggota Komisi E DPRD Jatim Agus Dono Wibawanto mengatakan keputusan Pemprov Jatim tersebut diharapkan merangsang perusahaan-perusahaan di Jatim untuk berlomba-lomba untuk mengembangkan SMK dan SMA double Track di Jatim.

“ Wah, tentunya pengusaha akan senang dan itu sangat mudah sekali bagi mereka. Pajak sudah dikurangi dan mereka bisa dapat tenaga kerja yang baru dan tentunya masih bisa dibina untuk dilatih sesuai skil mereka,”ungkap pria asal Malang ini di Surabaya, selasa (30/7/2019).

Pria yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim ini mengatakan dengan pelibatan perusahaan tersebut diharapkan mampu untuk mengurangi pengangguran di Jatim

“Tentunya para siswa sekolah double track tersebut ketika lulus dari sekolah sudah bisa memiliki keahlian dan tentunya bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan,”tutup pria yang juga dosen di PTS di Surabaya.

Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan pihaknya akan melakukan pengurangan pajak bagi perusahaan yang mau bekerjasama dalam pengembangan SMK dan SMA Double Track di Jatim.

Hal itu sebagaimana dijelaskan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Senin (29/7/2019). Gubernur perempuan pertama Jatim ini mengatakan pemberian kompensasi itu sesuai dengan aturan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2019.

PP yang baru terbit bulan lalu tersebut mengatur tentang Penghitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasilan dalam Tahun Berjalan.

"Besarnya pengurangan pajak itu paling tinggi 200 persen dari jumlah biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan praktik kerja, pemagangan, dan atau pembelajaran," lanjut wanita yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Sosial di Kabinet Kerja tersebut.

Dengan adanya regulasi ini, dikatakan Khofifah, pihaknya akan mendorong DUDI untuk memberikan fasilitas bagi sekolah SMA dan SMK di Jawa Timur. Khususnya untuk tiga sekolah di Jawa Timur yaitu SMK Negeri 4 Malang, SMK Negeri 11 Malang ,  SMK Negeri 5 Bojonegoro dan SMK Muhammadiyah 7 gondanglegi Malang  yang kini ditunjuk sebagai pilot project.

Masing-masing ditunjuk untuk kompetensi keahlian di bidang Ekonomi Digital, Animasi, Rekayasa Perangkat Lunak, dan Teknik Pemboran Minyak dan Gas. Pemilihan tiga sekolah tersebut dikatakan Khofifah adalah hasil penunjukan pemerintah pusat tepatnya Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.(yudhie)