DPRD Jatim Dorong Pemprov Segera Atasi Kekeringan Di Jatim

Kabarkini.co: Wakil ketua DPRD Jatim Achmad Iskandar mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim untuk tanggap mengatasi kekeringan di Jatim.

“ Kami minta segera dilakukan penindakan dalam mengatasi kekeringan di Jatim. Jangan sampai masyarakat mengalami kekurangan air bersih dalam musibah kekeringan. Ini bencana tahunan yang harus segera ditangani,”ungkap pria asal Sumenep ini saat dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (28/6/2019).

Dikatakan oleh Achmad Iskandar, saat ini di Jatim ada beberapa daerah terjadi kekeringan. "Jumlahnya ada sekitar 822 desa tersebar di berbagai daerah di Jatim terdampak kekeringan," kata politisi asal Partai Demokrat ini.

 
Ditambahkan oleh mantan birokrat ini desa yang mengalami kekeringan di Jatim terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok pertama adalah kering kritis sebanyak 566 desa, kering langka 236 desa, dan kering langka terbatas 20 desa.

Sementara itu,Kepala BPBD Jatim Suban Wahyudiono mengatakan ada beberapa desa di Jatim yang melayangkan permintaan dropping air akibat kekeringan. Di antaranya ada di Kabupaten Pacitan, tepatnya di tiga desa dari tiga kecamatan yang sudah meminta dropping air. Kemudian di Kabupaten Trenggalek ada empat desa, di satu kecamatan, di Kabupaten Magetan ada satu desa di satu kecamatan, di Kabupaten Lamongan ada tiga desa di dua kecamatan, dan Kabupaten Lumajang ada 14 desa di 6 kecamatan.

Ditambahkan oleh Suban, Gubernur Jatim, telah membuat surat edaran ke bupati dan wali kota se-Jatim, untuk siaga darurat bencana kekeringan 2019. Selanjutnya, Pemprov Jatim juga telah menyiapkan berbagai kebutuhan dalam menyambut musim kekeringan tersebut. (Three)