DPRD Jatim Minta Gubernur Khofifah Tangani Langsung 100 Desa Tertinggal Di Sumenep

Kabarkini.co: Wakil Ketua DPRD Jatim Achmad Iskandar mengatakan pihaknya berharap gubernur Khofifah Indar Parawansa memasukkan 100 desa tertinggal di Sumenep Madura untuk menjadikan  wilayah yang menjadi tujuan pelaksanaan program pengentasan kemiskinan oleh Pemprov Jatim.

“ Ada laporan dari Pemkab Sumenep yang semula menjadi desa sangat tertinggal saat ini sudah naik menjadi desa tertinggal. Dari 330 desa di Sumenep ada 100 yang statusnya masih desa tertinggal. Kami minta perhatian serius dari Pemprov Jatim,”ungkapnya saat ditemui dikantornya, Kamis (28/11/2019).

Diungkapkan oleh Achmad Iskandar, diakui olehnya, kalau ada penurunan jumlah desa tertinggal di tahun 2019 ini dibandingkan tahun 2018 lalu.”Tahun 2018 lalu jumlahnya ada 175 desa tertinggal bahkan ada yang 18 desa masuk kategori sangat tertinggal,”lanjutanya.

Politisi asal Partai Demokrat ini mengatakan kalau saat ini pembangunan masih kurang maksimal di Madura sehingga hal tersebut mempengaruhi segala factor yang ada di Madura.

“ Mulai infrastruktur yang belum merata yang bisa mempengaruhi perekonomian masyarakat di Sumenep. Hal inilah menjadi pekerjaan rumah dari gubernur Jatim untuk mengangkat IPM (Indeks Prestasi Manusia) di Madura. Dengan IPM yang naik tentunya kesejahteraan juga akan naik pula,”terang pria asal Sumenep Madura ini.

Berdasarkan  data Indeks Desa Membangun (IDM), ditahun 2019, di Sumenep Madura,dari 330 desa yang ada, 100 desa masuk kategori tertinggal,211 desa berkembang dan 19 desa maju. (Wan)