DPRD Jatim Minta Pemerintah Batalkan Kenaikan Cukai Tembakau

Kabarkini.co: Gema penolakan terhadap kenaikan cukai tembakau 23 persen terus bergulir. DPRD Jatim meminta agar pemerintah tak merealisasikan kenaikan cukai tembakau tersebut.

“ Kalau sampai naik tentunya yang terdampak adalah petani tembakau. Kami berharap pemerintah tak menaikkan cukai tembakau,”ungkap anggota Fraksi Partai Nasdem DPRD Jatim Mirza Ananta di DPRD Jatim, senin (23/9/2019).

Pria asal Ponorogo ini mengatakan saat ini yang dibutuhkan untuk sebuah regulasi khusus untuk mensejahterakan petani tembakau khususnya di Jatim.” Perlu ada pengawasan khusus agar kalau ada kenaikan cukai tembakau jangan sampai signifikan. Jangan sampai petani tembakau terpinggirkan,”jelas mantan anggota DPRD Samarinda ini.

Ketika dikonfirmasi perlunya subsidi bagi petani tembakau khususnya di Jatim, Mirza Ananta mengatakan jika diperlukan subsidi untuk petani, maka pihaknya mendukung adanya subsisi tersebut.

“Kalau memang menguntungkan dan mensejahterakan petani tembakau, tentunya kami mendukung sekali,”jelasnya.

Sekedar diketahui, kecewa keputusan pemerintah yang menaikkan cukai tembakau mencapai 23 persen dan HJE (Harga Jual Eceran) 35 persen yang sangat eksesif, membuat Gabungan Perusahaan Rokok (GAPERO) Surabaya dan Malang merasa keberatan atas keputusan pemerintah tersebut.(Yud)