DPRD Jatim Minta Pemerintah Beri Perlindungan Produksi Pertanian Jatim

Surabaya: Komisi B DPRD Jatim mendorong adanya perlindungan terhadap produksi komoditi lokal agar bisa bersaing dengan komoditi import atau komoditi propinsi lain yang masuk di Jatim.

Anggota Komisi B DPRD Jatim Mohammad Alimin mengatakan perlindungan sangat diperlukan agar perekonomian petani di sector pertanian bisa meningkat. “ Coba ambil contoh produksi manga suatu daerah misalnya. Magga di Ponogoro contohnya bisa dijual keluar propinsi lain di Indonesia.  Mangga Ponorogo ini dijual di beberapa propinsi lain. Untuk bisa bersaing, mereka minta pemerintah membantu memfasilitasi misalnya memberi kemudahan ongkos kirim ke luar pulau,”jelasnya di Surabaya, selasa (2/10).

Politisi asal Tulungagung ini mengatakan dengan  memberikan bantuan kemudahan dalam ongkos kirim ke luar propinsi ini menunjukkan salah satu bentuk perlindungan terhadap produksi perkebunan lokal di Jatim. “ Tentunya dengan ongkos murah bisa menambah untuk petani perkebunan di Jatim sehingga meningkatkan sector pendapatan bagi petani perkebunan,”jelasnya.

Tak hanya itu, sambung pria yang juga politisi partai Golkar ini, pihaknya juga berharap pemerintah khususnya Pemprov juga membantu memasarkan produksi pertanian Jatim ke luar negeri. “Pemerintah sebagai ujung tombak keluar negeri harus melibatkan petani perkebunan agar bisa ikut memasarkan di pameran-pameran di luar negeri. Harapannya produksi pertanian Jatim bisa meningkat untuk di eksport keluar negeri. Bukan malah impor seperti saat ini,”tutupnya. (Yudhie)