DPRD Jatim Minta Tes Kesehatan PMI Yang Balik Dari Negara Terjangkit Corona

Surabaya Kabarkini.co: Dewan Jatim minta agar Pemprov Jatim melakukan pemeriksaan massal terhadap 5600 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang ke Jatim dari negara yang terjangkit corona. Pasalnya, pemeriksaan massal tersebut sebagai upaya untuk memotong sebaran baru corona di Jatim.

“ Kami berharap Disnaker Jatim berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan yang pengerah Tenaga kerja keluar negeri untuk menampung terlebih dahulu pekerja migran ditempatnya. Lalu dilakukan pemeriksaan intensif kepada mereka sebelum pulang ke daerahnya masing-masing,”ungkap wakil ketua Komisi A DPRD Jatim Hadi Dediansyah saat dikonfirmasi di Surabaya,beberapa waktu lalu

Politisi asal Partai Gerindra ini mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui Kesehatan para migran tersebut, terlebih saat ini lagi musim virus corona.

“ Apalagi mereka ini datang dari negara-negara yang sebelumnya di sana pandemic corona. Pemeriksaan ini sebagai antisipasi saja,”jelasnya.

Jika dalam pemeriksaan tersebut, kata Hadi Dediansyah, ditemukan ada positif corona, maka sesegera mungkin dilakukan penanganan intensif sehingga tidak menimbulkan sebaran baru corona di Jatim.

Sebelumnya,  Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur mencatat, ada sekitar 5.619 pekerja migran (PMI) asal Jatim yang pulang dari negara perantau sejak Januari hingga 29 Maret 2020. Sebagian besar PMI asal Jatim ini kembali dari negara terjangkit Covid-19.

Kepala Disnakertrans Jatim Himawan Estu Bagijo memerinci, PMI yang kembali dari  Hongkong sebanyak 2.498 orang, Taiwan 1.270 orang, dan Singapura 1.021 orang. Himawan mengungkapkan, berdasarkan data yang ada, daerah asal terbanyak PMI yang kembali dari negara perantauan adalah warga Kabupaten Malang, yakni sebanyak 821 orang, Kabupaten Blitar 778 orang, dan Ponorogo 688 orang.

Himawan melanjutkan, untuk jumlah PMI asal Jatim yang masih berada di negara perantaun dan diprediksi pulang menjelang lebaran, belum terdata. Namun, berdasarkan data 2019, Himawan mengestimasi totalnya ada 12.000 PMI yang segera pulang ke Jatim. (Yudhie)