DPRD Jatim Miris AKI Dan Stunting Di Kabupaten Malang Tinggi

Kabarkini.co:   Anggota Komisi E DPRD Jatim Agus Dono Wibawanto mengatakan pihaknya masih miris di beberapa daerah di Jatim, khususnya kabupaten Malang terkait Angka Kematian Ibu (AKI) masih tinggi. Oleh sebab itu, politisi asal Partai Demokrat ini berharap Pemprov Jatim melakukan upaya untuk menekan hal tersebut.

“ Sampai saat ini angka kematian ibu di kabupaten Malang tinggi. Kami berharap agar Pemprov memberikan perhatian khusus untuk penanganannya,”ungkapnya saat dikonfirmasi di Surabaya, Minggu (21/7/2019).

Pria asal Malang ini mengatakan tak hanya angka kematian ibu yang tinggi, di kabupaten Malang masalah stunting juga mengalami angka tinggi sehingga perlu perhatian dari Pemprov Jatim.

“ Kami akan back up penuh langkah-langkah Pemprov agar bisa menekan angka kematian ibu dan stunting di kabupaten Malang,”jelasnya.

Ditambahkan oleh pria yang juga dosen sebuah PTS di Surabaya ini mengatakan menurut data dari Dinkes Jatim berdasarkan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) per 20 Juli 2019 prevalensi stunting balita di Jatim masih tinggi yakni sebesar 36,81%. “Sedangkan, tiga daerah tertinggi prevalensinya yakni di Kota Malang sebanyak 51,7%, Kab. Probolinggo sebesar 50,2%, dan Kab. Pasuruan sebesar 47,6%,”jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan data Dinkes Jatim, jumlah kematian ibu di Jatim, tahun 2017 mencapai 529 orang per seratus ribu kelahiran hidup, dan  tahun 2018 mencapai 522 orang. Sedangkan, untuk tahun 2019 hingga 19 Juli 2019 mencapai 263 orang. Jumlah kematian ibu tertinggi di Jatim per Januari hingga Juni 2019 antara lain berasal dari Kab. Jember, Kab. Banyuwangi Kab. Blitar dan Kab. Malang. (Setya)