DPRD Jatim Sambut Baik Kuota Khusus Masuk Sekolah Negeri Untuk Anak Buruh Tak Mampu

Kabarkini.co: Anggota Komisi E DPRD Jatim  Agus Dono Wibawanto mengapresiasi atas upaya Pemprov Jatim dalam memberikan kesejahteraan pada buruh dengan memberikan prioritas pendidikan bagi anak buruh dari keluarga tak mampu.

“Kami sambut baik kebijakan gubernur Khofifah tersebut dengan memberi perhatian penuh terhadap anak buruh yang tak mampu dengan memprioritaskan masuk SMK negeri,”jelasnya di Surabaya, Kamis (2/5)

Dikatakan oleh politisi asal Partai Demokrat ini mengatakan dengan kebijakan tersebut diharapkan mampu memacu potensi prestasi para anak buruh yang tidak mampu untuk memanfaatkannya kuota tersebut.

“ Silahkan berlomba-lomba memacu prestasi agar persyaratan untuk bisa masuk sekolah SMK/SMA negeri secara gratis tersebut bisa tercapai,”jelasnya.

Ditambahkan oleh pria asal Malang ini, dengan adanya kuota masuk SMA/SMK negeri, akan mempermudah para anak buruh dan pekerja tidak mampu untuk bisa mengakses pendidikan berkualitas.

“Terlebih jika sudah masuk ke SMA/SMK negeri, mereka tidak akan terbebani soal biaya. Ini karena mulai tahun ajaran baru Juli 2019 mendatang akan diterapkan sekolah gratis untuk SMA/SMK negeri se Jawa Timur,”terangnya.

Sebelumnya, saat peringatan hari buruh atau yang dikenal dengan May Day,Rabu (1/50 Gubernur  Khofifah memberikan kuota khusus masuk SMA/SMK negeri bagi anak-anak buruh atau pekerja yang tidak mampu di Jatim. Kuota yang diberikan Khofifah sebesar lima persen dan berlaku untuk semua SMA/SMK negeri di seluruh Jawa Timur.

"Saya sampaikan kepada mereka, kami ingin memberikan hadiah pada keluarga buruh, pekerja yang tidak mampu dan juga yang difabel, bahwa kita ada kuota 5 persen khusus bagi anak-anak mereka yang akan masuk ke SMA/SMK negeri di seluruh Jawa Timur," kata Khofifah.

Wanita yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Sosial Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla ini menyebut anak-anak buruh yang sudah di kelas 3 SMP atau MTs bisa memanfaatkan kuota khusus 5 persen ini untuk bisa masuk SMA/SMK negeri.

"Para anak buruh, pekerja, dan difabel ini akan diprioritaskan untuk bisa masuk SMA SMK negeri di Jawa Timur. Kuota khusus lima persen ini akan kita luncurkan saat Hardiknas," tegasnya.(Die)