DPRD Jatim Tuding Dinkes Jatim Ngawur Susun Anggaran Untuk Gizi Buruk





 

Kabarkini.co: Kinerja Dinas Kesehatan Jatim terus menjadi sorotan pihak DPRD Jatim. Terlebih dalam penanganan gizi buruk di Jatim. Setelah sebelumnya, pihak DPRD jatim mempersoalkan serapan anggarannya rendah, kini, pihak legislative menyoroti dinas yang dipimpin oleh dr. Kohar Hari Santoso dituding tak transparan dalam pengungkapan data dan penggunaan anggaran untuk penanganan gizi buruk di Jatim.

“Saya melihat pihak Dinkes dalam menyusun anggaran penanganan gizi buruk terkesan ngawur. Serapan anggarannya rendah lalu bisa menyusun anggaran untuk penanganan gizi buruk tentunya atas dasar apa mereka menyusun. Ini jelas sekali mereka ngawur,”ungkap anggota DPRD Jatim Mathur Husyairi di Surabaya, selasa (3/9/2019).

Politisi asal partai PBB ini mengatakan untuk menyusun anggaran tentunya ada evaluasi sebelumnya. “ Seharusnya sebelum menyusun anggaran, Dinas Kesehatan Jatim mengevaluasi program yang dijalankan. Ada evaluasi dan monitoring program yang dijalankan sebelumnya,”imbuh pria asal Madura ini.

Diterangkan oleh Mathur,pihaknya minta transparansi penggunaan anggaran dalam penanganan gizi buruk di Jatim.” Harus ada pertanggungjawaban anggaran dari Dinas Kesehatan dalam penanganan gizi buruk di Jatim. Ada dananya untuk penanganannya tapi datanya masih tinggi. Di era digital saat ini data harus konek data Propinsi dan kabupaten/kota dalam penanganan gizi buruk di Jatim,”tandasnya. (Yudhie)