Gandeng Belarus, DPRD Jatim Dorong Penambahan APBD Jatim Dari Perikanan

kabarkini.co: DPRD Jatim berharap agar kerjasama dengan Belarus dapat meningkatkan APBD Jatim disektor perikanan.

“ Kami apresiasi kerjasama dengan Belarus tersebut,”ungkap anggota Komisi B DPRD Jatim Yayuk Puji Rahayu saat dikonfirmasi di Surabaya, selasa (13/8/2019).

Yayuk mengatakan banyak potensi perikanan di Jatim yang diminati untuk dieksport ke negara bekas bagian dari Uni Soviet tersebut.

“ Ada beberapa komoditi perikanan Jatim yang menarik dikirim ke sana diantaranya Tuna dan Salmon,”lanjutnya.

Diungkapkan oleh politisi asal Gerindra ini,salah satu daerah di Jatim yaitu Kawasan Malang Selatan tepatnya di Sendang Biru merupakan Kawasan penyuplai ikan tuna terbesar se Indonesia sehingga bisa dimaksimalkan untuk dikirim ke Belarus.

“ Kami berharap ada penambahan PAD (Pendapatan Asli Daerah) tersebut dari sector perikanan. Kami akan back up penuh untuk peningkatannya,”jelas wanita asal Nganjuk ini.

Sebelumnya,  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka peluang kerjasama di bidang pengolahan hasil laut dengan Belarus. Karena, kerjasama tersebut dinilai sangat potensial bagi nilai ekspor Jatim.

Hal ini disampaikan Gubernur Khofifah usai menerima Duta Besar Belarus H. E.  Valery Kolesnik di Gedung Negara Grahadi, Senin (12/8) sore.

Kerjasama di bidang olahan  hasil laut dengan negara pecahan Uni Sovyet itu dinilai sangat potensial dan dapat meningkatkan nilai ekspor Jawa Timur ke Belarus.“Republik Belarus tidak memiliki wilayah laut. Sehingga mereka tertarik kerjasama di sektor olahan hasil laut   terutama adalah tuna dan salmon,” kata Khofifah.

Lebih lanjut Khofifah menyampaikan bahwa Jawa Timur memiliki potensi besar untuk dapat menyuplai tuna ke Belarus, karena di Malang Selatan tepatnya di Sendang Biru termasuk penyuplai Tuna terbesar di Indonesia.

“Bagaimana kalau Belarus ambil ikan tuna dari Sendang Biru. Pengolahan bisa dilakukan di areal Surabaya Industial Estate Rungkut (SIER) sehingga dekat dengan pelabuhan Tanjung Perak ,?” tanyanya seraya menawarkan.

Khofifah menambahkan, untuk industri pengolahan hasil laut,  Jawa Timur memiliki perusahaan pengolahan yang cukup advance.  Salah satunya berada di Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER).

(Yudhie)