Gandeng Kelompok Tani, Dinas Perkebunan Jatim Berhasil Kembangkan Cokelat Mojopahit

Kabarkini.co: Dinas Perkebunan Jatim terus mengembangkan inovasinya dalam peningkatan PAD di Jatim. Salah satunya dengan melibatkan kelompok tani yang dalam pengembangannya berhasil mengembangkan cokelat Mojopahit.

Kepala Dinas Perkebunan Jatim, Karyadi mengatakan upaya inovasi tersebut merupakan menindaklanjuti arahan gubernur Jatim  bahwa pada tahun 2018, Dinas Perkebunan harus melaksanakan program hulu hilir komoditi kopi dan kakao di beberapa kelompoktani/Gapoktan, salah satunya adalah berlokasi di kelompoktani Mulyo Jati Kabupaten Mojokerto.

“Pengolahan hulu hilir kakao pada kelompoktani Mulyo Jati di Desa Randu Genengan Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto, pada saat ini pabrik pengolahan cokelat dimaksud sudah mulai berproduksi, dengan brand coklat Mojopahit,”ungkapnya di Surabaya,selasa (5/6).

Karyadi mengatakan pabrik cokelat milik Kelompoktani Mulyojati tersebut, dirancang untuk mengolah produksi kakao milik anggotanya sendiri, sehingga kelompoktani tidak menjual bahan baku (biji kakao), tetapi menjual produk dalam bentuk setengah jadi dan berupa produk akhir,” Potensi areal tanaman kakao di Kabupaten Mojokerto seluas 281 ha, ditanam mulai tahun 2012 menyebar di 17 Kecamatan, namun yang paling luas ada di Kecamatan Dlanggu mencapai ± 150 ha, saat ini sudah ada tanaman yang sudah mulai berprodudksi seluas ± 50,5 ha,”terangnya.

Diungkapkan oleh Karyadi, unit peralatan pengolahan berasal dari pembelian tahun 2018 dengan total nilai Rp 2,2 milyar lebih, yang sumber dananya dari kredit Bank UMKM dan sebagian kecil di substitusi dari anggaran APBD Tahun 2018. Sasaran produksi tahun 2018 akan mengolah biji kakao kering 1.560 kg/bulan efektif mulai bulan Juni 2018, dengan bentuk produk akhir berupa powder cocoa (bubuk cokelat),butter cocoa (lemak cokelat) dan (permen cokelat).

“Mutu produk yang dihasilkan sudah cukup baik, setara dengan produk cokelat di pasaran hasil industri. Untuk pemasaran, salah satunya akan terintegrasi dengan obyek Wisata Desa  Mojopahit yang juga berlokasi di Desa Randu Genengan Kecamatan Dlanggu,”lanjutnya.

Secara ekonomis,kata Karyadi, program hulu hilir kakao di kelompoktani Mulyo Jati, cukup feasible. Diharapkan pada Tahun ke-III, kelompoktani Mulyojati sudah bisa melunasi pinjaman dari  perbankan yang digunakan untuk biaya investasi (pembelian alat) maupun biaya operasional pengolahan. Berdasarkan hitungan analisa usaha, dengan pengolahan cokelat terdapat nilai tambah ratusan persen dibanding  pendapatan bersih jika dijual dalam bentuk biji kakao kering. (Yud)