Gantangan Dirundung Pandemik Penghobi Burung Harus Sabar

SURABAYA, kabarkini.co – Tidak hanya dunia usaha dan pebisnis yang terdampak musim pandemic ini. Dikalangan penghobi burung pun merasa kecut, sejak diberlakukannya PSBB maupun PPKM. Penjual burung dan pakan burung juga merasakan, Namun itu semua tidak bisa dielakan, dan harus bersabar.

“Ya, memang namanya wabah atau virus mas. Kita tidak bisa mendeteksi kapan dia menggejala pada tubuh kita. Makanya pemerintah menyerukan agar tidak kendor memasang masker,” papar pedagang pakan burung dikawasan Semampir, Surabaya ini.

Menurutnya, kalau sebelumnya omset lumayan mas. Bahkan tidak sedikit yang membeli jangkrik dan kroto. Sejak adanya pandemic omset berkurang, untuk saat ini tidak bisa maksimal jualannya. Maklum mereka juga menjaga diri agar terhindar dari wabah virus corona.

“Untuk sekarang yang penting sehat dulu, mas. Sebab kalau sudah terpapar wah, ga jualan malahan,” lanjutnya.

Tidak hanya penjual makanan yang terdampak, gantangan pun juga total terhenti. Gantangan yang selama ini tidak pernah sepi dari para penghobi burung total senyap. Pasalnya keadaan atau kondisi covid 19 dalam darurat. Tak urung pasca lebaran, kematian yang dikarenakan virus asal negeri bamboo China melonjak seakan tidak terkendali.

Taufik, pria yang akrab dipanggil dengan sebutan Upi Bogang ini juga mendapat surat pemberitahuan dari aparat pemkot Surabaya agar aktivitas lomba untuk sementara dihentikan.

“Persiapan untuk lomba special ditunda. Ada surat pemberitahuan dari pihak pemkot,” katanya kepada wartawan kabarkini.co. Melonjaknya kematian lantaran covid diberbagai daerah membuat pemerintah semakin prihatin terhadap kesehatan masyarakatnya.

Bahkan Upid juga mendengar fenomena kamatian lantaran covid 19 di kawasan Sepat Lidah Kulon dan sekitarnya. Kenyataan itu tidak hanya di Sepat Lidah Kulon saja, di kawasan kecamatan Kenjeran, Bulak Banteng dan sekitarnya juga banyak yang meninggal. Selain itu di Kelurahan Wonokusumo, Semampir juga diperkirakan lebih dari 30 orang dalam waktu dua minggu.

“Untuk kali ini memang lebih parah, mas. Daerahku banyak yang meninggal,” jelasnya Upid.

Melihat adanya brosur pengumuman di media social terkait lomba burung yang akan dilangsungkan Selasa 22 Juli 2021, ia tidak langsung mengikutinya lantaran menurutnya peraturan atau pembritahuan masih belum pasti. @bam