Gantikan Tanjung Perak, Pelabuhan Probolinggo Dibidik Jadi Pelabuhan Internasional

Surabaya kabarkini.co: Ketua Komisi D DPRD Jatim Kuswanto mengatakan pelabuhan Probolinggo diyakini bisa menjadi pelabuhan alternative dari pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk mengurangi aktivitas kepelabuhan tersebut.

Kuswanto mengatakan saat ini pelabuhan Probolinggo yang ada di Kabupaten Probolinggo dikelola oleh anak BUMD milik Pemprov Jatim PT Delta Artha Bahari Nusantara yang merupakan anak perusahaan PT JGU.

“kami focus pada pelabuhan Probolinggo ini dimana pengelolanya adalah Pemprov. Kami melihat dalam satu bulan bisa melayani 40 kapal bersandar di tahun 2019,”jelasnya di Surabaya, Rabu (26/2/2020).

Ternyata, kata Kuswanto, ada hambatan dalam pelabuhan Probolinggo tersebut, yaitu hanya melayani kapal system curah.”Hanya bisa system curah sedangkan system container belum bisa melayani,”imbuh politisi asal Partai Demokrat ini.

Pria kelahiran Banyuwangi ini mengatakan alasan tak bisa melayani bongkar muat karena Pemprov belum punya craine.”Padahal rencananya pelabuhan Probolinggo diharapkan bisa pelabuhan internasional menggantikan kepadatan di Tanjung Peraj,”jelasnya.

Oleh sebab itu, kata Kuswanto, salah satu dalam Perpres No 80/2019 adalah menjadikan pelabuhan Probolinggo sebagai pelabuhan internasional dimana bisa melibatkan BUMD dengan pemda.

“Kami mempelajari sejauhmana kelayakannya dan kami akan tindaklanjuti dengan pihak-pihak terkait,”terangnya.

Kuswanto menambahkan pengelolaan pelabuhan Probolinggo tersebut merupakan satu-satunya terobosan di Indonesia dimana pelabuhan dikelola oleh BUMD. “ Kami akan wujudkan secara maksimal dan untuk mewujudkan kami akan mempertanyakan kemampuan BUMD tersebut nantinya jika mengelola pelabuhan tersebut,”tutupnya. (Tryk)