Gawat, Angka Kematian Ibu Dan Anak Di Jatim Sama Tinggi

Kabarkini.co: Angka kelahiran di Jawa Timur (Jatim) terbilang cukup tinggi. Setidaknya, setiap tahun ada 500 bayi yang lahir. Tingginya kelahiran bayi ini diimbangi dengan angka kematian ibu dan anak.
Jika bayi yang lahir 500, tiap tahun setidaknya ada 359 ibu meninggal per 100 ribu ibu melahirkan. "Jadi, sama-sama tingginya," kata Kepala kantor perwakilan Badan Koordinasi Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jatim, Kushindarwito, ketika menjadi pembicara dalam sosialisasi kebijakan dan advokasi, komunikasi informasi dan edukasi KKBPK, Jumat (5/5).
Menurutnya, kelahiran 500 bayi lahir di Jatim setiap tahun ini masih cukup tinggi. Namun angka kelahiran di Jatim sebenarnya yang terendah di Indonesia. Dari data yang ada jumlah bayi lahir di Indonesia pertahunnya masih mencapai 4-5 juta jiwa.
"Tingginya angka kelahiran tersebut, membuat pemerintah harus menyiapkan pendidikan, kesehatan serta lapangan pekerjaan baru tiap tahun. Selain angka kelahiran tinggi, angka kematian ibu dan anak ternyata juga masih cukup tinggi. Tiap tahun setidaknya ada 359 ibu meninggal per 100 ribu ibu melahirkan," ungkapnya.
Masih tingginya angka kelahiran dan kematian ini, lanjutnya, menjadikan Indonesia masih menduduki posisi ke enam di ASEAN. Untuk indeks pembangunan manusia (IPM), Indonesia menempati urutan ke 113 dunia.
"Untuk Jatim, IPM ternyata di urutan ke 15 dari 34 provinsi karena angka usia sekolah di Jatim saat ini baru mencapai 7,6 tahun atau rata-rata penduduk Jatim hanya lulus Sekolah Dasar namun tidak lulus SMP," jelasnya.
Sementara itu untuk meningkatkan IPM, maka program KB dan meningkatkan usia pernikahan merupakan salah satu langkah yang harus digalakkan. "Kawasan tapal kuda mulai dari Bondowoso, Situbondo, Lumajang, Probolinggo, Pasuruan dan Madura harus menjadi prioritas utama," ucapnya. (Bmw)

TagsKIPRAH