Gawat, Pupuk Bersubsidi Di Banyuwangi Langka

Banyuwangi, Kabarkini.co: Sudah hampir kuranglebih 3 (tiga) bulan ini keberadaan pupuk bersubsidi disetiap kios pupuk kosong, Senin (14/9).

Seperti diungkapkan sejumlah petani yang berada di wilayah Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Mas Eko Hidayat (42) warga Truko saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini kesulitan membeli pupuk yang bersubsidi.

Rata - rata yang berada disetiap kios hanya tersedia pupuk non subsidi. Hal ini sudah sangat jelas tidak pro terhadap petani, padahal bulan - bulan ini sudah masuk pada masa tanam padi.

" Harga pupuk bersubsidi jika dibandingkan dengan non subsidi sangat relatif jauh. Umumnya harga urea non subsidi berada dikisaran 275 - 280 ribu per 50 kg dalam 1 zaknya. Jika pupuk bersubsidi skitar 110 - 120 ribu, dan itupun masih ada paket non subsidi 10 kg dengan harga jual 160 ribu rupiah. Jika seperti ini terus harga pupuk melambung maka tidak akan seimbang dengan hasil panen yang didapat," Ungkapnya.

Kedepan, pemerintah harus benar - benar tanggap akan kebutuhan petani, jika hal ini terus dibiarkan maka sejumlah petani bisa beralih ke tanam yang lainnya.(tyo)