Harga Kebutuhan Pokok Masih Tinggi, Disperindag Jatim Disebut Tak Becus

Kabarkini.co: DPRD Jatim mempertanyakan data harga kebutuhan bahan pokok yang disajikan Disperindag Jatim saat hearing dengan DPRD Jatim dengan fakta yang ada dilapangan.

”Dihadapan kami mereka bilang harga-harga bisa distabilkan dengan berbagai cara misalnya dengan menggelar operasi pasar.Tapi faktanya di pasar misalnya di Sidoarjo harga beras naik. Yang benar ini mana. Kok kami diberi data yang tak sesuai di lapangan,”ungkap anggota Komisi B DPRD Jatim Aisyah Lilia Agustina saat ditemui di DPRD Jatim, Senin (28/5).

Politisi asal Partai PKB ini juga mengungkapkan bahwa Disperindag Jatim lemah dalam pengawasan perdagangan di Jatim.”Buktinya beberapa waktu lalu ada ungkap kasus tentang oplosan abon sapi dengan ayam, penyegelan garam produksi untuk konsumsi dan penimbunan minyak goreng. Mereka ini sudah beroperasi sudah bertahun-tahun tapi Disperindag Jatim diam saja. Hal ini membuktikan mereka ini lemah dalam pengawasan,”jelasny wanita asal Jombang ini.

Sementara itu, Kadisperindag M Ardi Prasetyawan mengatakan pihaknya bersama Bulog telah melakukan sidak di Pasar Tambahrejo dan Pasar Pucang. Hasilnya, harga barang-barang masih stabil dan kenaikan harga tidak terlalu signifikan.

"Biasanya kebutuhan masyarakan meningkat menjelang lebaran. Kebutuhan itu setelah kita pantau meningkat sekitar 10%. Jumlah penduduk tidak bertambah tapi yang bergerak adalah kegiatannya. Kami bersama para mitra telah melakukan pemantauan di pasar," katanya.(Yudhie)