HPP Gula Direncanakan Naik, DPRD Jatim Dorong Revitalisasi Pabrik Gula Di Jatim

 

Kabarkini.co: Rencana pemerintah yang akan menaikkan HPP (Harga Pembelian Pemerintah) gula di sambut baik oleh DPRD Jatim. Diharapkan kenaikan HPP tersebut dapat menumbuhkan kembali gairah dari petani tebu di Jatim untuk kembali menanam tebu terlebih dalam meningkatkan rendemen tebu di Jatim.

Anggota Komisi B DPRD Jatim  Subianto mengatakan pihaknya berharap dengan kenaikan HPP tersebut juga disertai dengan revitalisasi pabrik gula di Jatim. “ Dengan revitalisasi diharapkan mampu menghasilkan kualitas gula lokal di Jatim,”ungkap pria asal Kediri ini saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Rabu (6/3).

Politisi asal Partai Demokrat ini mengatakan selama ini inkumsa dari gula lokal kadarnya mencapai  kadar 200 %. “ Dengan inkumsa 200 % gula lokal milik petani tebu di Jatim tak diminati di kalangan pabrikan. Idealnya dengan revitalisasi bisa menurunkan inkumsa mencapai 100 %. Ke depan dengan peningkatan kualitas gula lokal dengan gula rafinasi bisa mensejahterakan petani tebu di Jatim,”terangnya.

Tak hanya itu, kata Subianto, dengan  revitalisasi pabrik gula tersebut juga diharapkan bisa meningkatkan rendemen tebu di Jatim.” Buka giling pertama rendemennya bisa mencapai 79 % sudah bagus dan syukur-syukur bisa mencapai rendemen 10 % sesuai dengan perda No 17 tahun 2012 tentang peningkatan rendemen tebu dan hablur tebu,”jelasnya.

Sekedar diketahui, pemerintah rencananya bulan ini akan mengumumkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gula di Indonesia. Kenaikan tersebut dikeluarkan setelah perwakilan petani tebu yang tergabung dalam APTRI (Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia) bertemu dengan presiden RI Jokowi di Jakarta beberapa kali.

APTRI mendesak pemerintah menaikkan HPP gula dengan harga Rp 10. 500 per Kg dimana harga HPP gula sebelumnya dikisaran Rp 9.700 per Kg dinilai belum bisa menguntungkan petani. (Yudhie)