Indikator : Gus Ipul Puncaki Survei Cagub Jatim

Kabarkini.co - Persaingan ketat bakal terjadi jika tiga kandidat, masing-masing Saifullah Yusuf, Tri Rismaharini dan Khofifah Indar Parawansa jika mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur (Jatim) 2018.

 

Ketatnya persaingan ketiga tokoh nasional tersebut diungkap Lembaga survei Indikator Politik Indonesia. "Kalau ketiga calon tersebut maju maka Pilkada Jatim kemungkinan berlangsung sangat ketat," kata Peneliti Indikator, Hendro Prasetyo, kepada wartawan di sela diskusi dan rilis hasil survei di Surabaya, Minggu (11/6).

 

Berdasarkan hasil survei yang dilakukannya, dalam simulasi terbuka dengan 24 daftar nama calon, Saifullah Yusuf unggul dengan 23,6 persen, kemudian Tri Rismaharini 19,2 persen, Khofifah Indar Parawansa 15,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 3,4 persen dan Abdullah Azwar Anas 3,2 persen.

 

"Artinya, selisih Saifullah Yusuf dengan calon pesaingnya tidak terlalu lebar, yaitu dengan Tri Rismaharini di semua simulasi antara 3,4-8,5 persen. Dengan Khofifah yang selalu di posisi tiga antara 7,3-12,7 persen. Tapi, secara umum masih di bawah 15 persen," ungkapnya.

 

Bukan itu saja, di antara tiga calon tertinggi popularitasnya, Saifullah Yusuf paling disuka oleh yang tahu namanya sebesar 89 persen. Namun, tidak jauh berbeda dengan Tri Rismaharini 88 persen. Sementara Khofifah Indar Parawansa 84 persen.

 

Temuan survei tersebut dilakukan pada 3-7 Mei 2017 yang menggunakan metodologi jumlah sampel 819 orang berusia 17 tahun atau lebih dengan "multistage random sampling" yang tingkat toleransi kesalahannya 3,5 persen.

 

Sementara itu, berdasarkan survei yang dilakukannya, sampai saat ini sekitar 43 persen warga Jatim sudah tahu akan ada Pemilihan Gubernur 2018. Sedangkan 57 persen sisanya belum mengetahui.

 

Selain itu, lanjut dia, sebagian besar pemilih otonom dalam menentukan pilihan. Pihak lain yang besar pengaruhnya adalah anggota keluarga, warga dan tokoh masyarakat sekitar tempat tinggal.

 

"Pada survei ini juga dihasilkan bahwa pemimpin yang diinginkan oleh warga Jatim adalah jujur atau bersih dari korupsi dan perhatian pada rakyat," tuturnya. (Bmw)