Indikator Kerja Rendah, Kinerja Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Jatim Disorot

Kabarkini.co: Kinerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan disorot oleh DPRD Jatim. Ironisnya lagi, dalam dua  bulan terakhir ini,Dinas tersebut telah menghabiskan dana Rp 55 M namun indicator kinerjanya rendah.

“ Sektor pertanian merupakan tempat bekerja 6,67 juta atau 32,15 persen rakyat Jatim. Dan ini merupakan lapangan pekerjaan yang paling menyerap tenaga kerja Jatim, “kata ketua Fraksi PDIP DPRD Jatim Sri Untari Bisowarno dalam sidang paripurna di DPRD Jatim, selasa (5/11/2019).

Ironisnya lagi dinas tersebut, kata Sri Untari,  terjadi penurunan alokasi anggaran sebesar 21 Persen ditahun 2020 dibandingkan APBD tahun 2019.” Kami mempertanyakan penurunan anggaran tersebut pada gubernur Jatim,”ungkapnya.

 Wanita asal Malang ini mengatakan pihaknya juga mempertanyakan beberapa masalah laten pertanian yaitu kurangnya pelatihan pupuk organic, kurangnya alat pembaan pupuk organik.

Ditambahkan oleh wanita yang juga sekretaris DPD PDIP Jatim, dengan adanya masalah-masalah laten tersebut, pihaknya juga mempertanyakan kepada pihak terkait bagaimanan penyelesaiannya dalam bentuk program 2020 mendatang.

“ kami akan minta penjelasan kepada pihak yang bersangkutan atas temuan-temuan tersebut,”tutupnya. (Three)