Investasi Ke Jatim Masuk Rp 328 T, Begini Cara Soekarwo Gaet Investasi

Kabarkini.co:Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan tahun ada rencana investasi masuk ke Jatim sebesar Rp 328 T dimana jumlah tersebut terdiri dari PMA sebesar Rp 248 T dan PMDN sebesar Rp 80 T.

“Saya optimis investasi tersebut akan berjalan di Jatim tahun ini,”ungkapnya di Surabaya, Selasa (5/6).Diungkapkan oleh pria yang akrab dipanggil pakde Karwo ini,Jika investasi tersebut terealisasi, maka akan mendorong kinerja perekonomian Jatim. Sampai dengan Triwulan-I Tahun 2018, kinerja perekonomian Jatim berjalan baik dan mampu tumbuh sebesar 5,50%, lebih tinggi diatas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,06%.

“Diprediksi, kinerja pertumbuhan ekonomi Jatim pada akhir tahun ini bisa mencapai 5,6%. Tapi jika PMA sebesar Rp. 248 triliun bisa terealisasi, maka  pertumbuhan ekonomi Jatim di akhir tahun bisa lebih dari 5,6%” jelas pria asal Madiun ini.

Diterangkan oleh mantan Sekdaprov Jatim ini, untuk mendukung hal tersebut, Pemprov Jatim
telah membentuk Pelayanan Perizinan Terpadu (P2T) pada dasarnya  ditujukan untuk menyederhanakan birokasi pelayanan perizinan dalam berbagai bentuk, antara lain mempercepat waktu pelayanan dengan
mengurangi tahapan-tahapan dalam pelayanan yang kurang penting. Selain pengurangan tahapan, pengurangan biaya juga dapat dilakukan dengan membuat prosedur pelayanan sehingga biaya resmi menjadi lebih
transparan.

“Diharapkan dengan sistem Pelayanan Perizinan Terpadu (P2T)ini pelayanan menjadi lebih transparan, terbuka, mudah dan dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan, disediakan secara memadaiserta mudah dimengerti dan akuntabel yaitu dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,”jelasnya.

Tak hanya itu, sambung Soekarwo,pihaknya telah menyediakan  10 kawasan industri dengan 4 buah diantaranya langsung memberikan kemudahan langsung konstruksi, yaitu kawasan industri JIIPE, Tuban, Maspion, dan save and lock. Saat ini 9 buah kawasan industri  31.584 ha sedang dilakukan pembangunan, seperti di Bangkalan, Malang, Banyuwangi. Selain itu, juga dalam proses dikembangkan kawasan ekonomi khusus dengan fokus pariwisata, yaitu di Singosari Malang dan Trenggalek.(Try)