Jalani Sidang Lanjutan, 4 Saksi Sebut Bupati Nganjuk Nonaktif Berjiwa Sosial Tinggi

Surabaya, kabarkini.co : Bupati Nganjuk Nonaktif, Novi Rahman Hidayat kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Surabaya di Sedati, Sidoarjo pada Senin (15/11/2021) pagi. Dalam sidang kali ini, ada 4 saksi meringankan yang dihadirkan tim kuasa hukum dari Novi.

Keempatnya adalah Sukarsi, Yoyok Yuono, Tarmidi, dan Arif Budi. Mereka dihadirkan untuk menjawab beragam pertanyaan yang dilayangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Hakim, dan Kuasa Hukum Terdakwa Novi.

Salah satu kuasa hukum Bupati Nganjuk Nonaktif, Novi Rahman Hidayat, yakni Tis'at Afriyandi mengamini bila keempat saksi yang dihadirkan pihaknya itu bertujuan untuk meringankan kliennya. Menurutnya, apa yang disampaikan oleh keempatnya adalah untuk menunjukkan kepada publik bila apa yang dilakukan Novi tak sebanding dengan nilai Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang selama ini disangkakan.

"Yang katanya cuma Rp 11 juta atau Rp15 juta, itu nilainya sangat kecil lah. Uang yang katanya disita Rp 600 juta (dalam brankas), juga belum mampu dibuktikan itu uang apa. Nominal yang disebut OTT itu, tak sebanding dengan aktivitas sosial dan latar belakang terdakwa yang juga pengusaha," kata Tis'at kepada awak media, Senin (15/11/2021).

Menurutnya, keterangan dari salah satu saksi yang notabene bekerja di perusahaan milik Novi mengakui bila untuk mengambil uang sebesar Rp 1 miliar dari perusahaan cukup mudah. "Sejauh ini, kasus ini tidak ada yang nyambung," imbuhnya.

Tis'at membeberkan, keterangan 4 saksi itu kian memperkuat keterangan saksi yang dihadirkan oleh JPU bernama Riana pada sidang sebelumnya. Kala itu, ia menyebut bahwa uang yang diminta Bupati Novi senilai Rp 1 miliar yang diserahkan Riana, memang digunakan untuk persiapan menjelang puasa. Misalnya, untuk memberi bantuan kepada fakir miskin, membeli dan membagikan sembako, hingg zakat.

"Sebagaimana keterangan Riana, Novi minta dana tersebut untuk kebutuhan lebaran dan puasa," bebernya.

Sementara itu, salah seorang saksi bernama Sukarsi yang bekerja sebagai tukang becak di Nganjuk, Jatim, mengungkapkan, sosok Novi saat masih menjabat sebagai Bupati Nganjuk di kalangannya dikenal baik. Bahkan, kerap memberikan bantuan setiap tahun ketika bulan Ramadhan tiba.

"(Novi) Sering memberikan bantuan pada kami, beliau orangnya baik," pungkasnya.

Senada, tukang becak lain asal Nganjuk bernama Tarmidi, juga dihadirkan sebagai saksi. Ia mengaku, sudah 8 kerap memperoleh bantuan dari Novi. Pun ketika menjabat sebagai Bupati Nganjuk.

"Setiap tahun, selama 8 tahun ini, kami selalu mendapatkan bantuan dari beliau (Novi)," jelasnya.

Menurut Tarmidi, Novi kerap memberikan bantuan berupa beras seberat 5 kilogram tak hanya saat Ramadhan. Bahkan, setiap bulan dan tak pernah absen setiap tahun.

Lalu, Staf Penyaluran Zakat PT Tunas Jaya Abadi Grup, Yoyok Yuono yang juga dihadirkan menjadi saksi menyatakan, ia memang kerap diberi tugas oleh Novi untuk membagikan zakat keluarga. Menurut dia, ada tim yang diterjunkan dari perusahaan Novi secara khusus dalam membagikan zakat per kecamatan.

Yoyok menegaskan, jenis usaha yang digeluti Novi cukup banyak, mulai peternakan sapi, perkebunan bidang usaha SPBU, hingga simpan pinjam dan koperasi. Tak heran, setiap kecamatan, digelontor bantuan beras 1 ton oleh Novi.

"Usaha beliau dan keluarga banyak sekali, ada 20 kecamatan di Nganjuk. Setiap kecamatan di Nganjuk, diberi bantuan 1 ton beras," tutupnya. (K3)