Jatim Bangun Islamic Science Park Di Madura, DPRD Jatim Setuju Masuk PSN

Kabarkini.co: Wakil ketua DPRD Jatim Achmad Iskandar mengaku pihaknya mendukung kalau pembangunan Islamic Science Park yang digagas oleh gubernur Jatim Khofifah di kaki Suramadu masuk dalam Program Strategi Nasional (PSN).

Pria asal Sumenep Madura ini mengatakan dengan masuk menjadi bagian PSN, tentunya cepat terealisasi.” Tentunya kalau masuk PSN akan menjadi bagian yang diprioritaskan oleh pemerintah dalam realisasinya. Terlebih dalam pembiayaan,”ungkap politisi asal Partai Demokrat ini saat dikonfirmasi di Surabaya, Kamis (16/5/2019).

Mantan birokrat Pemprov Jatim ini mengatakan dengan terwujudnya Islamic Science Park diharapkan mampu mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat di Madura.” Tentunya bisa meningkatkan perekonomian bagi masyarakat Madura,”jelasnya.

Ditambahkan oleh Achmad Iskandar, sebenarnya di Madura untuk SDA banyak sekali yang potensial dengan harapan bisa menaikkan perekonomian masyarakat Madura. “ Dengan berdirinya Islamic Science Park yang digagas gubernur Khofifah dengan memanfaatkan SDA di Madura diharapkan bisa membawa perubahan bagi masyarakat Madura terutama di sector ekonomi,”pungkasnya.

Sebelumnya, saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Tentang Pemilihan Kepala Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) di Jakarta Pusat, Selasa (14/5) pagi, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengusulkan rencana pembangunan Islamic Science Park di kaki Suramadu sisi Madura. Pihaknya sudah menyiapkan rencana tersebut  dengan komposisi 20 persen edukasi, 30 persen kesenian, dan 50 persen hiburan. Luas lahan yang dibutuhkan mencapai 101 hektar.

Rencananya, keinginan pembangunan tersebut menjadi bagian terintegrasi secara menyeluruh. Termasuk  konten Islamic Science Park di Kaki Suramadu sisi Madura.

“Islamic Science Park diharapkan bisa menjadi program strategis nasional (PSN). Ini kalau menjadi PSN akan lebih cepat pengembangannya. Dari segi detail plannya sudah rampung,” harapnya.

Sementara untuk titik-titik strategis yang direncanakan, menurutnya juga akan diidentifikasi. Termasuk melakukan proses kristalisasi, seperti Pulau Gili Iyang yang memiliki oksigen terbesar kedua di dunia.

"Banyak sekali infrastruktur yang disupport agar bisa menjadi destinasi wisata internasional. Kemudian ada Gili Labak ada potensi lebih indah dari Raja Ampat, namun memerlukan akses ke sana perlu disupport," ujarnya.(Three)