Jatim Kerjasama Digital Dengan Jepang, Inilah Tanggapan DPRD Jatim

Kabarkini.co: Disaat Pemprov Jatim telah siap memasuki era industri digital, dan telah membuat berbagai aplikasi serta marketplace yang bekerjasama dengan sejumlah platform digital berskala nasional, baik e-commerce maupun platform media massa online,gubernur Jatim Soekarwo membuat terobosan baru dengan menggandeng Jepang dalam kerjasama ekonomi digital.

Menurut wakil ketua DPRD Jatim Achmad Iskandar mengatakan salah satu contoh aplikasi dan marketplace yang telah disediakan Pemprov Jatim adalah East Java Investment Super Coridor (EJISC) yang memuat semua informasi tentang potensi daerah atau prospektus Jawa Timur secara online. Kemudian, Pemprov Jatim juga telah membuat marketplace yang berfungsi sebagai bridging terhadap marketplace berskala nasional, seperti bukalapak dan tokopedia.

Marketplace yang disediakan Pemprov ini dapat mempermudah, memfasilitasi, dan memperluas pasar antara seller and buyer, karena tersedia informasi produk-produk unggulan, ketersediaan stok barang, baik di dalam negeri, di daerah manapun yang sudah masuk ke dalam marketplace. Saat ini sudah ada 450 ribu UMKM dengan berbagai macam produk yang telah memanfaatkan marketplace Pemprov. Kami mendukung sekali terobosan pakde Karwo ini," katanya di Surabaya, Sabtu (3/11).

 

Politisi asal Sumenep Madura ini mengatakan dengan hadirnya berbagai aplikasi dan marketplace Jatim ini, maka pengusaha Jepang dapat langsung bergabung. Keuntungannya, buyer dari Jepang bisa langsung melihat produk-produk unggulan UMKM Jatim secara online. Dan sebaliknya, bagi seller, produk yang mereka tawarkan juga bisa dilihat secara online oleh buyer dari Jatim.

 

“Jadi pengusaha Jepang tidak perlu membuat aplikasi dan marketplace sendiri, cukup bergabung dengan Pemprov semua tanggung dan fasilitasi semua prosesnya. Marketplace Jatim siap bridging dengan IJB Net. Inilah yang ditawakan gubernur Soekarwo," tutup pria yang juga politisi Partai Demokrat ini.(Three)