Jatim Krisis Air Bersih, Dewan Jatim Prihatin

Kabarkini.co: Jatim akan mengalami krisis air bersih dimana hingga saat ini belum ada tanda-tanda kekeringan akan berakhir.

Menurut anggota Komisi D DPRD Jatim Heri Romadhon mengatakan pihaknya melihat sampai saat ini beberapa daerah di Jatim masih mengalami krisis air bersih mengingat kekeringan berkepanjangan.

Politisi asal PAN ini mengatakan krisis air bersih tersebut sebenarnya masih bisa teratasi jika pemenuhan sumur bor di Jatim dikelola Pemprov Jatim. “ Dari data yang ada saat ini  ada 556 desa yang mengalami kekeringan permanen yang tersebar di 24 Kabupaten/kota di Jatim disiapkan sumur bor. Namun sumur bor tersebut dibiayai oleh APBN sedangkan Pemprov Jatim hanya mengelola 2 sumur bor yang dibiayai oleh APBD Jatim,”jelasnya saat dikonfirmasi di Surabaya, jumat (15/11/2019).

Heri Romadhon lalu mencontohkan salah satu wilayah dapilnya yaitu Blitar Selatan yang hingga saat ini mengalami krisis air bersih.

“ Disana tidak ada sumur bornya dan krisis air bersih. Saat ini masi berharap pengiriman dari Pemprov Jatim yang tak kunjung datang,”terangnya.

Ditambahkan oleh Heri, kedepannya, pihaknya Pemprov Jatim lebih aktif dalam pemenuhan air bersih terhadap daerah-daerah permanen kekeringan.” Perbanyak sumur bor yang dikelola Pemprov. Jangan tergantung pada pusat,”tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi D DPRD Jatim Kuswanto membeberkan keprihatinannya atas keberadaan sumur bor di Jatim. Politisi asal partai Demokrat tersebut mengaku prihatin Pemprov Jatim tak memiliki pengelolaan sumur bor sendiri yang peruntukannya untuk penyediaan air bersih.” Yang dikelola Pemprov Cuma dua sumur bor dan sisanya yang berjumlah ratusan dikelola pemerintah pusat,’tutup pria asal Banyuwangi ini.(Three)