Kasus Korupsi Pembangunan Dana Desa Kades R.H Suhartono Segera Disidangkan

Surabaya, kabarkini.co - Kasus korupsi Kepala Dusun Baban, Tanah Merah, Torjun, Sampang, Madura sudah terregistrasi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya pada tanggal 5 Oktober 2021 dengan nomor perkara 88/Pid-TPK/2021/PN Sby.

Perkara korupsi Ji Tono, sapaan akrab Suhartono ini segera dibacakan dakwaannya terkait dana pembangunan desa yang ternyata fiktif. Dikutip dari media online Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sampang, Achmad Wahyudi mengungkapkan bahwa, hasil pemeriksaan yang dilakukannya berhasil ditemukan kerugian negara sebesar Rp322 juta.

Dari keterangan tersangka, dana tersebut diperuntukan 4 titik kegiatan diantaranya pembangunan MCK, irigasi, rabat beton, dan 3 pos kamling. Dana tersebut terserap namun realisasinya fiktif.

Diinformasikan, bahwa Ji Tono ditahan pihak penyidik kejari Sampang untuk diminta keterangannya sejak Jumat 25 Juni 2021 lalu. Setelah pihak Kejari memperoleh keterangan dari tersangka Kejari langsung menahannya.
Pihak Kejari juga menyayangkan terhadap perilaku tersangka yang dinilai kurang kooperatif terhadap aparat penegak hukum. Hal tersebut dikaitkan dengan sempat mangkir tiga kali.

Namun demikian tersangka mengakui kalau dana pembangunan desa sebesar Rp322 juta tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi.
Meskipun dirasa pihak Kejari bahwa tersangka tidak memberikan keterangan secara, namun pihak sudah mengantongi beberapa alat bukti terkait kasus dugaan koruspsi dana APBDes tahun 2020.

Kades Ji Tono yang dilantik 2015 lalu ini dijerat dengan pasal 35 ayat 2 UU No 45 2009 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya akrena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. *bam