Kejar Bonus Demografi 2019, DPRD Jatim Dukung Program Duble Track Pemprov Jatim

 

Surabaya:Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim Agus Dono Wibawanto mendukung langkah Pemprov Jatim memberlakukan dual track bagi dunia pendidikan di Jatim untuk meningkatkan kualitas SDM di Jatim khususnya bagi lulusan tingkat SMA.

Pria asal Malang ini mengaku program dual track tersebut diharapkan nantinya dapat meningkatkan kualitas SDM yang ada di Jatim bagi yang tak mampu melanjutkan ke strata lebih tinggi.” Saya yakin di Jatim kualitas SDM-nya tak kalah lagi dengan daerah lainnya,”jelasnya saat ditemui dikantornya, Jumat (11/8).

Politisi asal Partai Demokrat ini mengungkapkan dual track tersebut dikembangkan tahun 2018 sejalan dengan hasil kunjungan Gubernur Jatim Soekarwo saat ke luar negeri beberapa waktu lalu.”Pak Gubernur ke luar negeri untuk mencari investor yang mau menanamkan investasi di Jatim. Sudah ada beberapa Negara siap berinvestasi. Jika nantinya mereka membangun pabrik di Jatim, saya yakin dari pada ekspansi tenaga asing dari luar dibawa ke Jatim membutuhkan biaya besar tentunya bisa memanfaatkan SDM yang dimiliki oleh Jatim,”jelasnya.

Ditambahkan oleh Agus Dono, pihaknya akan terus mendukung program tersebut dengan harapan mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat Jatim.

Sekedar diketahui, untuk menyongsong bonus demografi 2019, Pemprov Jatim  melakukan berbagai upaya diantaranya menerapkan dual track. Yang dimaksud dual track  adalah memperbaiki kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan memiliki daya saing.

Dual track   yang pertama ,kata Gubernur Jatim Soekarwo, memperbaiki kualitas pendidikan formal, diantaranya menambah kurikulum untuk SMA. Kurikulum yang dimaksud adalah menyisipkan pendidikan vokasional. Selama ini pendidikan vokasional sudah diterapkan di SMK. Dual track  juga diterapkan di sektor informal. Secara prinsip adalah mempersiapkan ketenaga kerjaan di Jatim, yaitu membenahi Balai Latihan Kerja (BLK).  “apabila SMA memiliki kurikulum pendidikan vokasional maka akan menambah kualitas lulusannya,” ujarnya dikantor Gubernur Jatim.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov Jatim bekerjasama dengan semua rektor yang memiliki fakultas teknik sipil. Tujuannya adalah agar bisa menjadi pembina untuk SMK maupun SMA. Selain itu juga membantu meningkatkan sekolah yang belum memiliki akreditasi.

Selain itu, melalui SMK Mini menjadi solusi terhadap kebutuhan ketenaga kerjaan. Di Jatim ada 270 SMK mini yang memproduk 54 ribu  tenaga kerja pertahun. Untuk menampung dan meningkatkan kualitas siswa SMK Mini, Pemprov Jatim membuat MoU dengan 29 pengusaha Jerman yang ada di Jatim.

“Nantinya siswa SMK Mini akan mendapatkan tempat magang yang berskala internasional tujuannya agar memiliki daya saing,” ucapnya.(yudhie)