Keuntungan PJU Tahun 2017 Diperkirakan Lebih Besar Dibanding 2016

Kabarkini.co - Petrogas Jatim Utama (PJU) merupakan salah satu perusahaan milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim yang paling sehat. Setiap tahun, keuntungan yang didapat PJU selalu mengalami kenaikan.

"Tahun ini keuntungannya diperkirakan lebih besar dari tahun lalu. Hingga bulan Juni ini saja sudah laba," kata Direktur PJU., Leo Herlambang di sela Halal Bihalal Direksi dan karyawan PJU di kantor PJU, Selasa (2/8).

Pihaknya memprediksi hingga akhir 2017, laba PJU bisa meningkat 100 persen dibanding tahun 2016 lalu. Angka itu didapat dari penjualan trading gas dan pendapatan dari berbagai lini bisnis lainnya.

”Kita optimis bisa mencapai bisa meningkat 100 persen. Kalau kenaikan pendapatan dari unit-unit bisnis yang lain memang sangat signifikan,” ujarnya.

Pada tahun 2016 lalu, laba PJU mencapai Rp 49,5 miliar. Jumlah itu melonjak tajam dari tahun sebelumnya, yang mengalami defisit sampai Rp 58,5 miliar. "Kalau total deviden yang disetor mencapai Rp 5,5 miliar,” tegasnya.

Diakuinya, kenaikan laba itu salah satunya didongkrak naiknya omset trading gas. Kalau dalam sebulan omzetnya rata-rata mencapai Rp 60 sampai Rp 100 miliar. "Kita targetkan lini bisnis yang berkembang 40 persen dari hulu dan 60 persen hilir,” tandasnya.

Dijelaskan, selain berupaya menggenjot laba, kinerja BUMD Pemprov Jatim dalam bidang keuangan juga semakin baik. Terbukti, pada tahun 2016, enam anak perusahaan PJU meraih Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Kita juga menandatangani pakta integritas antara direksi dan karyawan serta induk dan anak perusahaan untuk meningkatkan nilai kerja perusahaan,” tambahnya.

Selain berhasil menggenjot pendapatan, PJU juga membangun infrastuktur  LPG plan sebesar 60 juta dollar AS. "Kita juga sudah punya pipa untuk trading gas yang bisa mengalirkan gas dari hulu ke hilir,” tandasnya. (Bmw)