Kiai Sepuh Rapatkan Barisan Pemenangan Gus Ipul-Puti

Kiai Sepuh Rapatkan Barisan Pemenangan Gus Ipul-Puti
- Pengamat ; kedepankan politik win and win bukan win and lose

SURABAYA - Siang ini (Selasa, 6/2), sejumlah Kiai Sepuh di Jatim berkumpul di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri untuk memantapkan dukungan bagi pasangan Cagub-Cawagub Jatim Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno pada Pilgub Jatim 27 Juni 2018. Turut pula hadir Bacagub dan Bacawagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur Soekarno

Pertemuan ini juga dihadiri puluhan ribu ulama, santri dan masyarakat di sekitar Kediri. Tujuannya untuk memantapkan sikap dan formula strategis pemenangan di Pilgub Jatim bersama Kiai Sepuh atau Kiai Khos.

Gus Ipul yang juga ketua PBNU begitu sampai di Kediri langsung menuju ke kediaman KH Anwar Manshur, Pengasuh Pesantren Lirboyo untuk transit sejenak sebelum bergabung dengan puluhan Kiai Sepuh yang juga sudah hadir lebih dulu.

Diantara Kiai Sepuh yang hadir di forum itu antara lain, KH Zainuddin Jazuli (Ponpes Ploso Kediri), KH Anwar Manshur (Ponpes Lirboyo, Kediri), KH Nurul Huda Jazuli (Ponpes Ploso, Kediri), KH Miftahul Akhyar (Ponpes Miftahussunah, Surabaya), KH Nawawi Abdul Jalil (Ponpes Sidogiri, Pasuruan), KH Agus Ali Mashuri (Ponpes Bumi Sholawat Lebo, Sidoarjo), KH Anwar Iskandar (Ponpes Al Amin, Kediri).

Kemudian KH Hasan Mutawakil Allallah (Ponpes Zainal Hasan Genggong, Probolinggo), KH Fuad Nur Hasan (Ponpes Sidogiri, Pasuruan), KH Fuad Jazuli (Ponpes Ploso, Kediri), KH Idris Hamid (Ponpes Salafiyah, Kota Pasuruan), KH Abdullah Kafabihi (Ponpes Lirboyo, Kediri), KH Kholil As'ad Samsul Arifin (Ponpes Wali Songo, Situbondo), KH Fakhri Aschal (Ponpes Syaichona Cholil, Bangkalan) dan KH Ubaidillah Faqih (Ponpes Langitan Tuban).

Terpisah, pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam mengakui bahwa gerakan dukungan terhadap pasangan Gus Ipul-Mbak Puti untuk saat ini lebih didominasi dari kalangan kelompok nasionalis. Sebaliknya dukungan dari kelompok hijau (Nahdliyin) terlihat stagnan.

"Saya kira pertemuan kiai-kiai sepuh ini memang mutlak diperlukan oleh Gus Ipul. Mengingat, pelaksanaan Pilgub Jatim sudah makin dekat sehingga pemanasan mesin politik itu diperlukan," ujar Surokim.

Seiring dengan semakin dekatnya pelaksanaan Pilgub Jatim, kata Surokim dukungan masyarakat juga kian transparan bahkan cenderung fulgar sebab kontestasi ini sejatinya untuk meraih dukungan masyarakat pemilih. "Tapi saya berharap yang terlibat aksi dukung mendukung tidak membabi buta dan elit politik bisa memberi contoh cara berkontestasi yang elegan," jelasnya.

Pilgub Jatim kali ini merupakan pertaruhan kontekstual atau tergerus ke politik liberal yang dapat menghalalkan segala cara sehingga fatsun politik ketimuran yang mengedepankan politik bermoral (berbudaya) akan hilang. "Saya yakin paska pertemuan kiai-kiai sepuh ini pasti akan ada reaksi dari pendukung pesaing. Karena itu ulama juga bertanggungjawab ikut merevitalisasi landasan politik bermoral," tambahnya.

Ia berharap semua elemen masyarakat yang terlibat langsung maupun tak langsung dalam dukung mendukung pasangan calon yang maju di Pilgub Jatim mengedepankan politik win and win bukan win and lose supaya tak menimbulkan kebencian hanya lantaran beda dukungan.

"Bangunan demokrasi hendaknya dibalut dengan moral sehingga ujung-ujungnya adalah untuk mencari win and win bukan win and lose sehingga antar pendukung tidak head to head yang bisa memicu keributan," pungkas Surokihm Abdussalam. (pun)