Kinerja Tak Jelas, DPRD Jatim Pertanyakan Penyertaan Modal Rp 63,1 M BUMD Milik Pemprov

Kabarkini.co: Tiga BUMD milik Pemprov Jatim mendapatkan sorotan DPRD Jatim. Pasalnya tiga BUMD tersebut mendapatkan  penyertaan modal dari Pemprov Jatim senilai Rp 63,17 M. Ironisnya tiga BUMD tersebut tak menunjukkan kinerja yang jelas dan sumbangsihnya untuk APBD Jatim minim.

3 BUMD ini  yang beruntung ini  diantaranya adalah penyertaan di Perusahaan Daerah Air Bersih dengan nilai Rp 55 miliar. Kemudian PT Jamkrida sebesar RP 5 miliar dan PT ASuransi Bangun Askrida Rp 3,17 miliar. Total keseluruhan penyertaan modal P-APBD Jatim 2018 adalah Rp 63,17 miliar.

Anggota Fraksi PKB DPRD Jatim  Sholeh Hayat  mempertanyaakan sejauh mana sumbangsih BUMD-BUMD di Jawa Timur dalam berkontribusi meningkatkan PAD Jawa Timur. Baik itu melalui peningkatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan maupun kebijakan penambahan modal dan sebagainya.

"Perlu ada penjelasan karena beberapa tahun terakhir ini banyak perda dan paket kebijakan yang diterbitkan untuk penambahan modal maupun penguatan kelembagaan BUMD Jatim. "arena faktanya sejauh ini hasilnya belum terlalu signifikant bagi  penambahan PAD,” jelas Sholeh Hayat di Surabaya,Selasa (28/8).

Sedangkan terpisah, anggota Fraksi Nasdem Hanura DPRD Jatim, Gatot Sutantra mengatakan  penyertaan modal di tiga BUMD itu diusulkan dalam pada kelompok pengeluaran pembiayaan daerah. Terkait dengan kebijakan pembiayaan tersebut, harus sebanding dengan peningkatan kinerja dan profesionalitasnya. SEhingga bisa menjadi perusahaan yang berkontribusi terhadap pembiayaan daerah.

“Penyertaan modalnya kan sudah cukup besar, jangan sampai hanya jadi beban pemerintah daerah, tapi harus bisa berkontribusi nyata dalam lewat PAD,” jelasnya. (Yudhie)