La Nyalla Didoakan Warga Dan Ulama NU Di Bojonegoro Jadi Gubernur Jatim

Bojonegoro:Dukungan terhadap bacagub Jatim La Nyalla Mahmud Mattaliti tersebut mengalir,terutama dari ponpes dan ulama NU di Jatim. Klaim kalau ulama dan warga NU memberikan dukungan tak langsung untuk bacawagub Jatim Saifullah Yusuf terpatahkan adanya bacagub Jatim La Nyalla Mahmud Mattaliti.

Dukungan terbaru diberikan langsung olehribuan jemaah yang hadir di Majelis Taklim Baabussaadah (Mata Basah), Bojonegoro, Minggu (24/9).

Pimpinan majelis taklim KH Saifur Rohmat atau yang akrab disapa Gus Sev mengatakan La Nyalla adalah sosok yang tepat untuk memimpin Jatim ke depan, karena mempunyai komitmen kuat pada isu-isu keumatan, seperti pengentasan kemiskinan, pengurangan pengangguran, dan penanggulangan kesenjangan sosial.

"Saya perkenalkan ya. Beliau ini pengusaha, ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim, ini organisasi wadahnya para pengusaha. Jadi sebagai pengusaha, Pak La Nyalla ini sudah tahu resepnya meningkatkan ekonomi umat, kesejahteraan bapak-ibu semuanya," kata Gus Sev di hadapan ribuan jemaah.

Dia menambahkan, La Nyalla juga sangat tawadu kepada para ulama dan kalangan pesantren. Selama ini, La Nyalla selalu hadir saat diundang oleh majelis-majelis keagamaan.

"Dia tidak membedakan. Di kota didatangi, di desa didatangi, bahkan sampai ke pelosok kampung dan gang-gang sempit. Ini bentuk apresiasi terhadap majelis keagaaman, termasuk seperti acara kita ini. Semoga beliau dimudahkan Allah dlm pencalonanya jadi gubernur," harap Gus Sev yang langsung diamini ribuan jemaah.

Sementara itu, La Nyalla bersyukur bisa terus hadir di majelis keagamaan seperti di Bojonegoro. Sudah sejak puluhan tahun La Nyalla mengaku selalu berupaya hadir di berbagai majelis keagamaan yang digelar para ulama dan pesantren.

"Alhamdulilah saya bisa hadir di majelis yang sangat mulia ini. Saya mohon didoakan agar kita bersama-sama bisa membangun Jatim yang lebih baik, lebih berkeadilan sosial. Warga tidak kesulitan menyekolahkan anaknya, tidak bingung saat harus mengobati keluarganya yang sakit. Insya Allah ke depan akan jauh lebih baik dibanding saat ini," pungkas mantan Ketum PSSI ini. (yudhie)