Larang Mudik Dicuekin, Aktifitas Penyeberangan ASDP Ketapang Banyuwangi Tetap Normal

Banyuwangi, Kabarkini.co: Kondisi terkini satu - satunya pelabuhan penyeberangan ASDP Ketapang, Kabupaten Banyuwangi hingga saat ini nampak normal. Aktifitas penyeberangan masih tetap berjalan meski pemerintah mengeluarkan larangan mudik sebagai upaya memutus mata rantai pandemi covid-19.

Dari hasil pemantauan tim KabarKini.co, minggu (26/4/2020) saat melakukan penyeberangan dari pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk PP kondisinya masih berjalan normal. hanya saja pemberlakukan dalam pembelian tiket harus dilakukan secara online sesuai KTP dan Nopol Kendaraan.

Adapun pembelian tiket langsung secara online tersebut juga menimbulkan antrian karena pemrosesan dilakukan pendataan terlebih dahulu pada loket yang sudah dipersiapkan sebelum pintu masuk loket menuju ke rest area pelabuhan.

" Biasanya saya langsung dengan menggunakan kartu BRI Brizzi (uang isi ulang Bri) seperti sebelumnya, akan tetapi sekarang pembayarannya langsung tunai online sesuai dengan pemberangkatan dan setelah itu melanjutkan ketempat tiket untuk bisa masuk ke kapal penyeberangan. Untuk sekali berangkat dengan mengunakan sepeda motor saya membayar Rp 28 ribu," Kata Andik salahsatu warga Banyuwangi yang saat itu berada di Pelabuhan Gilimanuk menyeberang ke Ketapang.

Disisi lain, pemeriksaan surat - surat kendaraan tetap dilakukan oleh petugas saat memasuki pelabuhan penyeberangan dan semua warga yang melakukan perjalan wajib menggunakan masker.

Sekedar diketahui, Presiden RI Jokowi mengeluarkan larangan mudik saat lebaran 2020 ini. Larangan tersebut direalisasi dengan diterbitkan Permenhub(Peraturan Menteri Perhubungan) Nomor 25 tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi selama masa mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka pencegahan Penyebaran Covid-19.

Permenhub ini ditandatangani oleh Menteri Perhubungan Ad Interim Luhut Binsar Pandjaitan dan diundangkan oleh Dirjen Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM RI.

Dalam Permenhub tersebut seluruh moda transportasi yang ada di Indonesia dilarang beroperasi mulai Moda Transportasi udara, Darat dan laut.(tyo)