Makan Korban Jiwa, Pelayanan Kesehatan Di Kepulauan Madura Buruk

Surabaya, Kabarkini.co:Minimnya sarana dan prasarana kesehatan di Kepulauan Sumenep Madura seringkali memakan korban. Liana (18), warga Pulau Desa Saobi, Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, terpaksa meregang nyawa di atas kapal akibat penyakit animea yang dideritanya.

Korban meninggal dalam perjalanan laut dari Pulau Kangean menuju daratan Sumenep, Madura, Kamis (28/1). Tepatnya, Pelabuhan Batu Guluk Kangean ke Pelabuhan Kalianget Sumenep. Ia mengembuskan napas terakhir setelah menempuh 10 jam perjalanan.

Seringkalinya kasus ini, membuat Anggota Komisi E DPRD Jatim dari Dapil Madura, Dr Ir H Zainal Abidin., MM prihatin. Pasalnya, peristiwa serupa sudah sering terjadi. Hal itu menjadi satu dari sekian kasus yang menunjukkan betapa buruknya pelayanan kesehatan bagi masyarakat kepulauan di Jatim.

"Sehingga memerlukan perhatian dan penanganan khusus. Sarana dan prasarana kesehatannya perlu di tingkatkan," katanya.

Politisi Partai Demokrat ini menegaskan kualitas dan kwantitas tenaga kesehatannya, baik dokter maupun perawat perlu juga ditingkatkan.

Apalagi, lanjut Zainal, Komisi E DPRD Jatim pun telah berharap kepada Pemprov Jatim memberi perhatian lebih untuk tenaga kesehatan di wilayah kepulauan yang ada di Jatim. Salah satunya dengan menyekolahkan tenaga kesehatan seperti dokter spesialis, agar kualitas para dokter di kepulauan ini lebih baik.

"Program beasiswa pendidikan dokter spesialis untuk tenaga dokter yang bertugas di kepulauan yang telah  dibahas oleh komisi E dengan Dinas Kesehatan Jatim harus segera diwujudkan," terangnya.

Minimnya fasilitas kesehatan di wilayah Kepulauan Sumenep, membuat layanan kesehatan sangat tidak maksimal. Sehingga banyak pasien harus dirujuk ke daratan Sumenep, agar mendapat layanan kesehatan lebih maksimal.

Namun risikonya, pasien yang dirujuk belum tentu bisa bertahan ketika menjalani perjalanan dengan kapal yang memakan waktu hingga berjam-jam. Seperti yang dialami pasien bernama Liana (18) warga Pulau Desa Saobi, Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep.(wan)