Maksimalkan Pelayanan Publik Warga Kepulauan, DPRD Jatim Minta MPP Didirikan Di Kepulauan

Surabaya: Anggota FPKB DPRD Jatim dari dapil Madura Aliyadi Mustofa mengatakan pihaknya berharap agar keberadaan MPP (Mall Pelayanan Publik) di Madura ditambah. Khususnya di wilayah kepulauan untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat di kepulauan di Madura khususnya dalam memperoleh e-KTP.

“ Kalau MPP yang ada saat ini tak perlu dibubarkan. Cukup ditambah jumlahnya yang domisilinya di didirikan di wilayah kepulauan yang padat penduduk dimana nantinya MPP ini akan melayani pelayanan public untuk masyarakat kepulauan sekitar,”ungkap pria yang juga Ketua Komisi B DPRD Jatim saat dikonfirmasi di Surabaya, selasa (15/10/2019).

Pria yang juga peraih suara terbanyak di internal PKB se Indonesia ini mengatakan MPP ini sangat diperlukan sekali karena memberikan pelayanan public secara administrasi bagi masyarakat di Madura khususnya bagi masyarakat kepulauan.

“ Sebenarnya tujuannya bagus, tinggal bagaimana memperbaiki sistemnya saja. Jangan sampai masyarakat kepulauan di Madura kesulitan untuk akses dalam pelayanan public. Misalnya pengurusan e-KTP dan lainnya,”jelas mantan ketua komisi C DPRD Sampang ini.

Sebelumnya beberapa waktu lalu, Puluhan pemuda yang mengatas namakan Aliansi Forum Kepulauan Raas, Kangean, Sapeken, Sepudi dan Masalembu menggelar aksi di depan Kantor Dispendukcapil Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur. Mereka menilai keberadaan MPP tak membantu bagi masyarakat kepulauan di Sumenep Madura.

Keberadaan Mall Pelayanan Publik (MPP) tidak memberikan solusi terhadap masyarakat kepualaun. Apalagi saat ini surat kuasa untuk membantu pembuatan adminitrasi kependudukan sepeti KTP tidak berfungsi. Hal tersebut akan menambah beban bagi masyarakat Kepulauan, Jumat (11/10/2019).

Masyarakat kepulauan di Sumenep Madura merasa keberatan adanya MPP tersebut karena  jika warga mau membuat e-KTP harus mengeluarkan uang 500 ribu rupiah. Jika dari Kangean sampai 700 – 800 ribu bahkan jika dari Sapeken Desa Sakalah bisa mencapai  antara 1 juta  hingga Rp 2 juta rupiah. (Setya).