Menciptakan Kerumunan Massa, Lumbung Rakyat Milik Pemprov Jatim Langgar Maklumat Kapolri

Surabaya Kabarkini.co: Lumbung Pangan yang digeber oleh Pemprov Jatim mulai hari ini, Selasa (21/4/2020) dibanjiri oleh warga yang mengantre untuk membeli sembako yang diklaim harganya murah.

Meski melanggar maklumat Kapolri bernomor Mak/2/III/2020 dan mengabaikan jaga jarak (Social Distancing), lumbung pangan tersebut tetap digelar oleh Pemprov Jatim.

Salah satu warga Banyu Urip Lor, Surabaya, Riwayati (48) mengaku khawatir saat mengantre untuk membeli sembako di JX International. Pasalnya, jaga jarak (Social Distancing) tidak diterapkan.

"Tadi sempet ikut antre. Tapi setelah banyak orang saya rela di belakang sendiri bahkan memjauhi kerumunan," katanya.

Informasi yang didapat Riwayati dari pesan berantai dari keluarga dan tetangga di rumah. Sampai pukul 10.00 Wib, belum terlihat tanda-tanda dibukanya pintu masuk.

Ketika salah satu panitia Lumbung Pangan Jatim   menggunakan pengeras suara, akhirnya pintu dibuka. Ratusan warga pun langsung berebut menjadi urutan pertama. Saling tuding antar warga terjadi. "Itu kok main serobot. Antre dong," teriak salah satu warga.

Sebelumnya, Kapolri Jendral Idham Azis mengeluarkan maklumat bernomor Mak/2/III/2020 tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19. Ada beberapa point dalam maklumat tersebut diantaranya diperintahkan untuk tidak mengadakan kegiatan olahraga, kesenian, jasa hiburan, unjuk rasa, pawai dan karnaval serta kegiatan lainnya yang menciptakan kerumunan massa.(Yudhie)