Mengancam Penurunan Daya Beli Masyarakat, DPR RI Desak Kenaikan Cukai Rokok Ditunda

 

Kabarkini.co:Rencana pemerintah untuk menaikkan harga cukai rokok mencapai 10,4 persen ditentang oleh DPR RI. Pasalnya akan mengganggu perekonomian rakyat di Indonesia.

“Kalau nanti naik tentunya akan menurunkan daya beli masyarakat.Kalaupun ada maka pembeli rokok akan terkesan dipaksa. Masalahnya konsumen rokok tersebut lebih mending tidak bisa makan daripada tidak bisa membeli rokok. Kami minta agar kenaikan cukai rokok dievaluasi lagi,”ungkap anggota DPR RI Bambang Haryo di Surabaya, selasa (9/1) malam.

Bambang Haryo mengatakan jika nantinya benar-benar cukai rokok dinaikkan, maka akan mengancam pertumbuhan ekonomi masyarakat.”Akan menggerus UMKM terutama penjual rokok yang kira-kira ada sekitar 10 persen dari 65 juta UMKM di Indonesia,”tambahnya.

Jika disebut dapat mengganggu kesehatan, Bambang Haryo mengatakan alasan hal tersebut tak masuk akal dan taka da hubungannya. “ Justru merokok itu akan menyehatkan sebab rokok itu justru akan menghilangkan stress,”jelasnya.

Bambang Haryo lalu menyebut beberapa tokoh internasional dan nasional Fidel Castro, Soekarno dan Soeharto memiliki panjang umur dan meninggal dunia bukan disebabkan karena penyakit  yang disebabkan oleh rokok.”Mbah Goto manusia tertua di dunia juga meninggalnya bukan karena rokok,”jelasnya.(Ris)