Milineal di Jember Protes Program Becak

Generasi milineal di Jember memprotes program Pemkab terkait memperbanyak becak karena akan menambah kemacetan jalan.  
Salah satu pemuda Jember, Hartanto menegaskan, dirinya mempertanyakan program Pemda soal pembuatan becak dalam jumlah banyak. Becak-becak diproduksi tidak hanya berjumlah ratusan, tetapi bisa mencapai ribuan. 
"Saya detailnya tidak tahu jumlahnya dan tujuannya untuk apa tujuannya," ujar Hartanto saat menyampaikan aspirasi kepada Anggota DPRD Jatim dapil V, Hari Putri Lestari, Senin (25/11/2019) malam.
Menurut Hartanto becak bukanlah budaya asli Jember, bahkan secara tradisional. Apalagi mengatasnamakan becak wisata. Infrastruktur Kabupaten Jember sudah banyak dilewati oleh kendaraan,sehingga terjadi kemacetan.
"Mau dijalankan dimana, sedangkan jalan di kota Jember sudah macet," katanya.
Hartanto menginginkan transportasi di Jember berupa kendaraan online. Mengingat saat ini era teknologi sehingga anak-anak muda bisa mendapatkan pekerjaan.
Pemuda lain di Jember yang ikut Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) juga memprotes Pemkab Jember melalui Dinas Pariwisata yang kurang memperhatikan pencak silat modern. Selama ini banyak pesilat dari Jember, namun kurang mendapat apresiasi dari pemkab.
"Tidak difasilitasi oleh Dinas Pariwisata. Soal pencak modern, mohon tegurkan bupati kami (Bupati Faida), karena banyak pesilat dari Jember. tapi kurang diapresiasi oleh pemerintah Jember," papar pemuda tersebut.
IPSI Jember merasakan perbedaan antara perhatian Bupati Jember periode sebelumnya, MZA Jalal dengan Bupati saat ini, Faida terhadap organisasi pencak silat. Dimana era Bupati Jalal perhatian ke pencak silat cukup menggembirakan.
"Tidak sama dengan jaman Bupati Jalal. Karena cukup memberi sarana. Kalau sekarang tidak diberi sarana, Bahkwan tidak sama sekali," ungkapnya.
Kurang perhatian pemkab tersebut terlihat dari sarana pencak silat. Dimana organisasi pencak silat tidak memiliki matras. Padahal pencak silat dari Jember mampu mewakili cabang olahraga di Pekan Olahraga Nasional (PON). 
Sementara Anggota DPRD Jatim, Hari Putri Lestari saat reses di jalan Jumat Jember tak memungkiri selama dirinya kampanye dan reses banyak pemuda yang butuh pekerjaan untuk mengurangi pengangguran. Maka, dirinya komitmen menggarap potensi wisata. Seperti halnya, pekerbunan, hutan dan obyek wisata lainnya. Bidang-bidang ini bisa dieksplore dan digarap untuk menjadi pendapatan desa.

"Kita siapkan SDM Terutama Infrastruktur terkait jalan, penerangan, keamanan, dan SDM," tuturnya.
Lestari menjelaskan, anak muda harus mempunyai ketrampilan khusus terhadap seni, budaya untuk wisatawan. Generasi muda harus mampu menjual ketrampilan melalui online tentang potensi wisata di desanya. Seperti halnya, seni pernak pernik yang bisa menjadi paket wisata. 
"Ini tugasnya Pemerintah untuk mempromosikan sehingga tujuan wisata lokal antar negara," paparnya.
Politisi asal PDIP itu mengaku Jember memiliki potensi keindahan luar biasa. Untuk itu, Jember bisa dijadikan tujuan wisata tidak hanya satu desa.Becak-becak bisa di diletakkan di desa-desa untuk menikmati wisata.
"Becak tidak mungkin dimusnakan atau dikurangi. Becak bisa diletakkan di tiap desa," tegasnya.
Pemuda harus menguasai teknologi, terutama aplikasi. Dengan teknologi semua bisa cepat diselesaikan, bisa menjelajah dunia, dapat bisa pintar.
"Nanti kita bisa bantu lewat FGD (Forum Grup Diskusi) untuk teknologi," pungkasnya.